Musim Hujan dan Penyakit DBD, Yuk Bunda Ini Tanda dan Fasenya Jika Anak Terpapar

0
30
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Musim hujan menjadi salah satu musim di mana nyamuk demam berdarah berkembang pesat dan menyebarkan virus demam berdarah dengue (DBD). Lantas, seperti apa gejalanya?

DBD merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Penyakit ini umumnya diidap oleh anak-anak, Bunda.

Ketika anak terserang DBD ringan, mereka akan mengalami demam tinggi dan gejala yang mirip dengan flu. Sementara itu, DBD parah dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok), bahkan kematian.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan di tahun 2022, kasus DBD umumnya ditemukan di hampir seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Namun, kejadian paling tingginya terjadi di daerah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

Pada akhir tahun 2022, jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai sekitar 143.000 kasus dengan kejadian terbanyak di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Gejala DBD pada anak

Seperti dikutip dari haibunda, Dokter Spesialis Anak, dr. Mira Dewita, Sp.A, menyebut ada beberapa gejala demam berdarah yang kerap terlihat pada anak, Bunda. Berikut ini deretannya:

  • Demam tinggi mendadak selama 2 hingga 7 hari dengan suhu 39 hingga 40 derajat

  • Muntah

  • Sakit kepala

  • Sakit perut disertai diare

  • Dehidrasi jika diare dan muntah terus menerus

  • Batuk

  • Nyeri sendi

  • Tidak enak badan

  • Kepala pusing

Saat anak terkena DBD, ciri yang paling khas adalah munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan petekie.

Petekie umumnya terlihat pertama kali pada bagian kaki. Kemudian berlanjut ke tangan hingga wajah. Ketika bintik merah ini diregangkan, bintik merahnya tidak hilang.

Walaupun menjadi ciri yang khas dalam DBD, dr. Mira mengatakan tidak semua anak yang mengalami DBD ini mengalami petekie.

“Meski begitu, ada beberapa kondisi di mana petekie tidak muncul pada DBD. Terkadang, petekie juga muncul di penyakit lainnya,” jelasnya.

Ketika mengalami DBD, Si Kecil akan melewati beberapa fase, Bunda. Fase dalam demam berdarah

Dalam demam berdarah, terdapat tiga fase yang akan dilalui oleh Si Kecil. Berikut ini penjelasan lengkapnya menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Dian Sulistya Ekaputri Sp.A:

 

  1. Fase febris atau demam

Dokter Dian menjelaskan pada fase demam ini akan akan mengalami sejumlah gejala. Mulai dari demam tinggi, sakit kepala, hingga muntah.

“Fase febris ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, mual, dan muntah,” ujarnya.

  1. Fase kritis

Fase kritis sendiri merupakan fase di mana anak sudah mulai mengalami penurunan pada jumlah trombosit, Bunda. Pada tahap ini, risiko perdarahan pun akan semakin meningkat.

“Fase kritis adalah ketika pasien mulai mengalami penurunan jumlah trombosit dan risiko perdarahan meningkat,” jelas dokter yang berpraktik di RS Kenak Medika Gianyar Bali ini.

Fase kritis demam berdarah dimulai saat suhu tubuh turun dan berlangsung selama 24 hingga 48 jam. Pada fase ini, kebanyakan pasien mengalami perbaikan klinis, namun mereka juga mengalami kebocoran plasma dalam jumlah besar selama beberapa jam yang dapat memperparah kondisinya.

  1. Fase penyembuhan

Fase selanjutnya yang akan dilewati anak dengan DBD adalah fase penyembuhan, Bunda. Di tahap ini, gejala mulai menurun dan kondisi anak mulai membaik.

“Fase penyembuhan adalah fase di mana gejala mulai membaik dan tubuh mulai pulih,” ujar dr. Dian.

Pada fase ini, jumlah sel darah putih biasanya mulai meningkat yang juga diikuti dengan pemulihan jumlah trombosit. Selain itu, ruam pada kulit juga akan mengalami penyembuhan, Bunda.

Demikian informasi tentang gejala penyakit DBD yang perlu diwaspadai, Bunda. Semoga bermanfaat, ya. [ ]

5

Redaksi: admin

905