Mengapa Kita Harus Beriman? Yuk Sampaikan Kabar Gembira Ini Pada Anak

0
138
ilustrasi foto: pixabay

PARENTINGISLAM.ID – – Setiap orang akan sangat bahagia bila mendapatkan kabar yang menggembirakan. Apalagi, jika kabar tersebut berupa ganjaran istimewa dan membahagiakan yang akan diterima karena perbuatan yang telah dilakukan.

Begitu pun orang-orang beriman yang senantiasa berbuat kebajikan di muka bumi, bagi mereka ada kabar yang sangat menggembirakan. Apa kabar menggembirakan bagi orang beriman itu? Jawabannya ada pada surat Al Baqarah ayat 25.

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya: “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bahwahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.” (QS.Al Baqarah: 25)

Seperti dikutip dari republika.co.id, dalam tafsir tahlili surat Al Baqarah ayat 25, Tafsir Al Quran Kementerian Agama RI menjelaskan dalam ayat tersebut Allah  memerintahkan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam agar menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Dijelaskan bahwa sifat-sifat berita gembira itu ialah berita yang dapat menimbulkan kegembiraan dalam arti yang sebenarnya bagi orang-orang yang menerima atau mendengar berita itu.

Berita gembira hanya ditujukan kepada mereka yang bekerja dan berusaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang digariskan oleh agama. Karena itulah Allah menyuruh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam menyampaikan berita gembira itu kepada mereka yang beriman dan berbuat baik.

Dijelaskan bahwa iman yang dihargai Allah adalah iman yang hidup, yakni iman yang dibuktikan dengan amal kebajikan. Sebaliknya, Allah tidak menghargai amal apabila tidak berdasarkan iman yang benar.

Amal (perbuatan) ialah mewujudkan suatu perbuatan atau pekerjaan, baik berupa perkataan, perbuatan atau pun ikrar hati, tetapi yang biasa dipahami dari perkataan amal ialah perbuatan anggota badan. Amal baik mewujudkan perbuatan yang baik seperti yang telah ditentukan oleh agama. Pada ayat di atas Allah menyebut perkataan beriman dan berbuat baik, karena berbuat baik itu adalah hasil daripada iman.

Pada ayat di atas ini juga disebut balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman, yaitu surga dengan segala kenikmatan yang terdapat di dalamnya. Surga menurut bahasa berarti taman yang indah dengan tanaman yang beraneka warna, menarik hati orang yang memandangnya. Yang dimaksud dengan surga di sini adalah tempat yang disediakan bagi orang yang beriman di akhirat nanti.

Surga termasuk alam gaib, tidak diketahui hakikatnya oleh manusia, hanya Allah saja yang mengetahuinya. Yang perlu dipercaya adalah bahwa surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan jasmani dan rohani yang disediakan bagi orang yang beriman. Bentuk kenikmatan itu tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi.[ ]