Scabies pada Anak, Yuk Pahami Ini Ciri dan Cara Mengobati

0
139
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Scabies, atau kudis, merupakan masalah kulit yang umum dan tidak hanya dialami oleh orang dewasa; scabies pada anak-anak juga bisa terjadi. Anak-anak dengan infeksi scabies cenderung menggaruk kulit mereka secara intens, sering kali menyebabkan luka lecet dan risiko infeksi sekunder.

Scabies dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk di antara jari-jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, area genital, dan kaki. Scabies pada anak dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik dengan orang lain atau melalui benda yang terkontaminasi.

Kondisi ini menyebabkan rasa gatal luar biasa pada kulit yang seringkali dapat menyebabkan benjolan pada kulit, dan dapat menular. Dikutip dari orami.co.id, yuk, Bunda simak informasi lengkap tentang scabies pada anak di bawah ini.

Penyebab Scabies pada Anak

Penyakit scabies disebabkan oleh tungau kecil yang disebut Sarcoptes scabiei. Scabies mudah menular dari satu orang ke orang lain, khususnya di antara individu yang tinggal atau berinteraksi secara dekat. Jika salah satu anggota keluarga menderita scabies, pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan dengan anggota keluarga lain atau yang melakukan kontak dekat dengan penderita scabies.

Menurut dr. Umi Rinasari, Sp.KK, MARS, FINDSV, Dokter Spesialis Kulit & Kelamin di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, penularan scabies pada bayi bisa terjadi dalam berbagai situasi.

“Selain tertular dari anggota keluarga yang terinfeksi, penularan scabies pada bayi bisa terjadi dalam lingkungan tertutup seperti sekolah dan tempat penitipan anak,” jelas dr. Umi.

Gejala Scabies Pada Anak

Bagi anak yang menderita scabies, mereka akan memiliki gejala awal seperti ruam merah dan benjolan. Bintik-bintik kecil yang timbul pada kulit akan terlihat seperti benjolan merah atau jerawat.

Dilansir dari Cleveland Clinic, ruam akan menyebar secara perlahan selama beberapa minggu atau bulan. Selain ruam, tanda dan gejala lainnya dari scabies meliputi:

  • Rasa gatal yang hebat, dana akan lebih parah di malam hari dan mengganggu waktu tidur.

  • Benjolan yang dapat mengakibatkan infeksi karena garukan.

  • Timbulnya ruam yang terlihat seperti garis keabu-abuan atau sewarna dengan kulit.

“Setelah tertular kutu Sarcoptes scabiei dari orang yang terinfeksi tungau tersebut, dapat muncul ruam kulit dan gatal yang intens.

Pada bayi, biasanya gejala baru muncul setelah 3 minggu terinfeksi akibat masa inkubasi tungau,” ujar dr. Umi . Anak-anak yang mengalami scabies akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh mereka dan membuat mereka menjadi lebih rewel atau lelah karena kurang tidur akibat gatal di malam hari.

Meskipun scabies dapat ditemukan di hampir semua bagian tubuh, namun scabies paling sering ditemukan di bagian-bagian tubuh seperti:

  • Ketiak

  • Sekitar pinggang

  • Bagian dalam pergelangan tangan

  • Siku bagian dalam

  • Telapak kaki

  • Sekitar payudara

  • Sekitar alat kelamin

  • Pantat

  • Lutut

Pada bayi dan anak kecil, area tubuh yang paling umum terkena scabies, meliputi:

  • Kulit kepala

  • Telapak tangan

  • Kaki

Jika anak pernah menderita scabies sebelumnya, tanda dan gejala dapat terlihat dalam beberapa hari setelah terpapar tungau. Jika sebelumnya belum pernah menderita scabies, diperlukan waktu selama enam minggu untuk tanda dan gejalanya mulai muncul.

Penyebaran scabies dapat terjadi bahkan jika penderitanya belum memiliki tanda atau gejala apa pun . Jika Bunda menduga diri atau anak menderita scabies, segera periksakan ke dokter untuk penanganan yang tepat. Sebagian besar kasus scabies dapat didiagnosi hanya dengan melihat kondisi kulit dari dekat.

Untuk diagnosis akurat, dokter mengoleskan minyak mineral pada ruam dan mengambil sampel kulit dengan pisau bedah. Sampel ditempatkan di bawah mikroskop dan diperiksa.

Obat Scabies pada Anak

Untuk mengatasi gatal akibat scabies, dokter biasanya akan memberikan resep obat salep topikal. Obat salep yang paling sering digunakan untuk mengatasi scabies yaitu permethrin. Krim permethrin dapat digunakan secara aman mulai usia bayi yang kurang dari dua bulan.

“Salep digunakan ke seluruh area tubuh termasuk ke wajah dan kulit kepala pada bayi. Salep dapat digunakan selama 8-12 jam lalu dibilas,” ungkap dr. Umi.

Lebih lanjut dijelaskan, selain salep permethrin, salep sulfur 5-10 persen juga aman digunakan pada bayi dan anak. Jika gatal berlanjut lebih dari 2-4 minggu setelah pengobatan awal atau jika ruam baru terus muncul, maka pengobatan ulang perlu dilakukan mengikuti anjuran dokter.

Mencegah Scabies pada Anak

Untuk mencegah infeksi scabies pada anak dan keluarga, Moms bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan berikut:

  • Mencuci seprei, handuk, dan pakaian dengan air panas dan mesin cuci kering.

  • Memastikan anggota keluarga dan orang lain yang kontak dekat dengan orang yang terinfeksi scabies segera melakukan pemeriksaan.

  • Membatasi kontak dekat dengan orang lain yang menderita scabies.

  • Menjaga kebersihan tubuh.

Scabies tidak dapat hilang dengan sendirinya. Jika tidak segera mengobatinya, penderita infeksi ini akan terus menyebarkan penyakit ini ke orang lain. Selain itu, gatal berkelanjutan bisa menyebabkan garukan konstan, memicu infeksi bakteri lain pada kulit.

Melansir dari WebMD, rasa gatal akibat scabies yang intens membuat penderitanya sulit untuk menahan diri agar tidak menggaruk kulit yang bermasalah.

Sering menggaruk dapat membuat luka terbuka yang rentan terhadap infeksi. Infeksi kulit bakteri, seperti impetigo, adalah komplikasi scabies yang paling umum. Gejalanya termasuk lepuh pada kulit, dan dapat diobati dengan menggunakan antibiotik.

Demikian ulasan tentang scabies pada anak yang harus Moms waspadai, serta tangani dengan cepat. Jangan sampai rasa gatal mengganggu kenyamanan Si Kecil dan menular ke anggota keluarga lainnya.