Infeksi Cacing Mata pada Anak. Bunda Ini Sebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

0
180
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Beberapa parasit seperti cacing dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan sakit. Parasit ini biasanya masuk ke tubuh melalui kulit atau mulut. Begitu berada di dalam tubuh, parasit dapat berpindah ke organ lain, termasuk mata.

Salah satu parasit mata adalah cacing, seperti jenis cacing gelang dan cacing pipih. Mereka dapat masuk ke tubuh manusia dan dapat menginfeksi organ seperti mata. Infeksi cacing mata perlu diwaspadai karena bisa berdampak serius pada penglihatan anak.

Perlu diketahui, Bunda. Kebanyakan parasit mengeluarkan zat beracun, sehingga dapat merusak inangnya. Zat-zat tersebut bisa merusak jaringan atau menyebabkan peradangan. Seperti dikutip dari haibunda.com, berikut ini pembahasan seputar penyakit cacing mata yang harus diketahui orang:

Jenis Dan Penyebab Infeksi Cacing Mata

Ada beberapa jenis infeksi cacing mata. Melansir dari berbagai sumber, berikut 4 jenis infeksi cacing mata dan penyebabnya:

  1. Loiasis

Dikutip dari Healthline, loiasis disebabkan oleh parasit cacing yang ditemukan di Afrika. Seseorang bisa tertular infeksi melalui gigitan lalat yang terinfeksi.

Begitu parasit cacing masuk ke dalam tubuh, ia akan terus berkembang dan dapat bermigrasi ke berbagai jaringan. Parasit ini juga menghasilkan larva yang disebut mikrofilaria. Baik cacing dewasa maupun larvanya dapat menyebabkan sakit mata, gangguan pergerakan mata, dan gangguan penglihatan, termasuk kepekaan terhadap cahaya.

  1. Gnathostomiasis

Gnathostomiasis disebabkan oleh parasit cacing yang banyak ditemukan di Asia, khususnya sebagian Asia Tenggara, Thailand, dan Jepang. Parasit cacing ini juga dapat ditemukan di beberapa negara bagian Afrika, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah.

Seorang anak dapat tertular parasit ini dari konsumsi daging atau ikan mentah atau setengah matang. Parasit keluar dari saluran pencernaan, dan dari sana virus bisa berpindah ke bagian lain tubuh, termasuk mata. Dampak infeksi cacing ini dapat mengakibatkan kebutaan sebagian atau seluruhnya.

 

  1. River Blindness (Onchocerciasis)

River blindness, juga disebut onchocerciasis, disebabkan oleh parasit cacing. Parasit ini dapat ditemukan di beberapa bagian Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Seseorang bisa mengalami onchocerciasis bila digigit oleh lalat hitam yang terinfeksi.

Larva parasit cacing pada onchocerciasis menembus kulit, lalu berkembang menjadi cacing dewasa. Cacing ini kemudian menghasilkan lebih banyak larva, yang dapat berpindah ke jaringan lain. Bila sampai ke mata, dapat menyebabkan kebutaan.

 

  1. Toksokariasis

Parasit cacing juga menyebabkan toksokariasis. Penyakit ini dapat ditemukan secara global dan paling sering ditemukan pada anjing dan kucing peliharaan. Seseorang bisa tertular parasit ini karena terinfeksi telur cacing, yang sering ditemukan di tanah yang terkontaminasi kotoran hewan.

Telur yang masuk ke tubuh akan menetas di usus, dan larvanya kemudian dapat bermigrasi ke bagian lain tubuh lain. Toksokariasis jarang menyerang mata, namun bila terkena, dapat menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan, Bunda.

Gejala Infeksi Cacing Mata

Infeksi cacing mata tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga sulit dikenali. Bila gejala benar-benar muncul, gejala tersebut dapat mencakup:

  • Sakit mata

  • Kemerahan atau peradangan pada mata

  • Produksi air mata berlebihan

  • Penglihatan kabur

  • Adanya floaters (bintik atau garis kecil) di bidang penglihatan Anda

  • Kepekaan terhadap cahaya

  • Pengerasan kulit di sekitar kelopak mata dan bulu mata

  • Kemerahan dan gatal di sekitar mata

  • Jaringan parut retina

  • Kehilangan penglihatan dan kebutaan

Cara Mengatasi Infeksi Cacing Mata

Cara mengatasi infeksi parasit ini tergantung pada jenis infeksinya, Bunda. Dokter mungkin akan meresepkan obat anti-parasit atau menggunakan obat yang berbeda untuk setiap kelompok parasit.

“Misalnya, dokter yang mengobati infestasi cacing mungkin menggunakan vermisida atau vermifuge. Vermisida dapat membunuh cacing, sedangkan vermifuge bisa membantu mengeluarkan cacing dari tubuh seseorang,” kata dokter spesialis mata Katherine E. Duncan, MD, mengutip Medical News Today.

Perawatan lainnya dapat mencakup pemberian obat tetes mata, obat-obatan oral, atau dalam beberapa kasus, cacing dewasa perlu dikeluarkan dari mata. Perawatan tersebut adalah bagian umum dari pengobatan untuk kondisi loiasis, gnathostomiasis, dan onchocerciasis.

Cara Mencegah Infeksi Cacing Mata

Meskipun sulit untuk sepenuhnya menghindari parasit, ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi cacing pada mata, yakni:

  1. Praktikkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS)

Sering-seringlah mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan setelah memungut kotoran hewan. Selain itu, hindari juga berbagi barang pribadi seperti pakaian, handuk, dan seprai.

  1. Masak Makanan Dengan Benar Dan Matang

Jika Bunda bepergian ke daerah yang sering terjadi infeksi parasit, maka hindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang. Pastikan semua makanan dimasak dengan suhu internal yang tepat. Sementara bila Bunda sedang menangani bahan makanan mentah, coba kenakan sarung tangan dan cuci tangan sesudahnya.

  1. Mencegah Gigitan Serangga

Mencegah gigitan serangga pada anak juga penting untuk mencegah infeksi parasit mata. Jika Bunda dan Si Kecil akan keluar rumah, coba oleskan insektisida pada kulit yang terbuka atau kenakan pakaian pelindung.

  1. Merawat Lensa Kontak Dengan Benar

Bila Bunda atau anak memakai lensa kontak, jangan lupa bersihkan atau simpan dengan air atau cairan khusus lensa kontak. Gunakan produk steril yang disetujui untuk membersihkan lensa ya, Bunda. Selain itu, saat menyimpan lensa kontak, jangan lupa untuk mengganti cairan sesuai anjuran.

Pastikan juga untuk mencuci tangan sebelum memegang atau memakai lensa kontak. Nah, penggunaan lensa kontak harus dihindari saat tidur, terutama setelah berenang.