Dampak Positif Bermain Bersama Anak, Ini Manfaat Yang Dapat Ayah Bunda Rasakan

0
427
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Pertumbuhan seorang anak tidak lepas dari lingkungan sekitar dan keluarga. Termasuk keseharian yang dilalui seorang anak dalam tumbuh kembangnya. Salah satunya ruang dan teman bermain.

Pakar anak usia dini di Middlesex University, Inggris, Jacqueline Harding mengungkapkan bermain memiliki peran penting dalam perkembangan anak.

Dalam bukunya The Brain that Loves to Play atau “Otak yang Suka Bermain,” Dr. Harding menjelaskan tentang pembagian tradisional antara bermain dan belajar, menggarisbawahi peran penting bermain dalam pendidikan anak usia dini dan perkembangan anak secara holistik.

Bermain adalah bagian alami dari pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Ini juga sebuah tahap penting dalam perjalanan mereka menuju pemahaman dunia, pengembangan keterampilan sosial, dan pembentukan fondasi intelektual yang akan membentuk masa depan mereka.

Nah Ayah Bunda tahukan ada hal positif apa saja yang diperoleh saat bermain dengan anak? Dikutip dari detik.com, berikut ulasannya:

Hal Positif Bermain Dengan Anak:

 

Bermain Mampu Menghilangkan Tekanan Anak

Dikutip dari laman Eurek Alert, Harding menyebutkan bahwa selama pandemi COVID-19, banyak anak-anak mengalami tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk dampak pada kesehatan mental mereka.

Dr. Harding merekomendasikan bahwa permainan dan intervensi dini harus diprioritaskan untuk mendukung anak-anak usia dini yang telah melalui masa-masa sulit ini.

Ketika kita keluar dari pandemi, ini adalah saat yang tepat untuk mempertimbangkan bagaimana kita dapat mengubah cara kita merawat dan mendidik anak-anak sejak lahir hingga usia lima tahun.

Bermain Sebagai Kegiatan Rekreasional

Dikutip dari berbagai sumber, kegiatan rekreasional adalah aktifitas atau kegiatan yang menyenangkan serta mampu mengembangkan fisik, sosial, dan emosional melalui media bermain, wisata dan olahraga.

Sementara dalam bukunya, Harding juga menantang keyakinan historis bahwa bermain hanyalah aktivitas rekreasional bagi anak-anak, dan sebaliknya menganjurkan pendekatan holistik yang mengakui bermain sebagai aspek fundamental dalam perkembangan anak.

“Tidak ada keraguan, berdasarkan semua penelitian terbaru, bahwa otak suka bermain – dan sudah saatnya kita sebagai orang dewasa juga ikut serta dengan gagasan ini,” katanya.

 

Dampak Permainan pada Otak Anak

Masih dari laman Eurek Alert, Harding menyatakan bermain bukan hanya aktivitas santai untuk anak-anak. Ia menjelaskan bahwa otak anak usia dini sebenarnya dirancang secara alami untuk bermain. Dengan kata lain, bermain itu seperti perilaku asal bagi mereka.

Dr. Harding dengan tegas menyatakan bahwa kita seharusnya tidak memisahkan permainan dan pembelajaran dengan tegas. Melalui bermain, anak-anak membangun dasar yang kokoh untuk belajar dan tumbuh di masa depan. Inilah cara otak mereka tumbuh dan berkembang.

Ia pun memanfaatkan penelitian terbaru dalam ilmu saraf dan perkembangan anak untuk menjelaskan betapa pentingnya permainan bagi perkembangan otak anak. Selama bermain, anak-anak ternyata mengalami pengalaman sensorik yang kaya dan eksplorasi yang menyenangkan.

Hal ini membantu mereka membentuk jalur saraf baru dalam otak mereka. Dr. Harding bahkan menjelaskan bahwa otak anak “melompat” dan bersinar dengan kegembiraan saat koneksi antar neuron mengalami perkembangan yang mengesankan.

Bermain Dengan Anak Peluang Berkembang

Dr Harding menegaskan bahwa jalur saraf yang didorong oleh permainan ini, yang terbentuk sebelum usia enam tahun, memiliki dampak yang mendalam dan bertahan lama terhadap peluang masa depan anak.

Mengalihkan dari kecenderungan anak untuk bermain justru dapat membuat mereka kehilangan pengalaman belajar yang penting dan peluang untuk berkembang.

“Tampaknya tubuh dan otak anak kecil dirancang untuk bermain-main, dan ini penting untuk perkembangannya,” kata Harding. Anak-anak secara alami terikat untuk bermain dan setiap penyimpangan dari desain hebat ini punya dampak yang harus dibayar mahal.”