Kebutuhan Air Minum untuk Anak, Ini Berdasarkan Berat Badannya

0
228
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Kita mungkin sering mendengar bahwa kebutuhan air untuk sehari-hari adalah dua liter. Namun, takaran tersebut hanya berlaku untuk orang dewasa yang sudah bertumbuh penuh.

Berbeda halnya dengan anak yang memiliki ukuran dan juga fungsi tubuh yang berkapasitas berbeda dengan orangtua. Lantas, berapa banyak air yang harus diminum anak untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya?

Berikut ini, dikutip dari popmama.com selengkapnya, tentang berapa banyak kebutuhan air minum untuk anak?

  1. Faktor Yang Memengaruhi Kebutuhan Cairan

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak lebih rentan terhadap dehidrasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan cairan harian anak tercukupi guna mencegah dehidrasi.

Jumlah cairan yang diperlukan oleh anak-anak bervariasi tergantung pada faktor usia, berat badan, suhu tubuh, lingkungan, aktivitas fisik, dan tingkat hidrasi.

Sumber cairan yang dianjurkan meliputi air putih, susu/ASI, serta makanan berkuah dan lainnya. Mengingat faktor-faktor ini akan membantu menjaga keseimbangan cairan yang diperlukan bagi kesehatan anak.

  1. Dari Usia Berapa Anak Dapat Diberikan Air Putih?

Anak-anak umumnya dapat mulai diberikan air putih setelah mencapai usia 6 bulan, ketika mereka mulai diperkenalkan dengan makanan padat selain ASI atau susu formula.

Sebelum usia 6 bulan, biasanya ASI atau susu formula sudah mencukupi kebutuhan cairan bayi, dan pemberian air putih tidak dianjurkan karena bisa mengganggu konsumsi nutrisi yang lebih penting bagi perkembangan bayi.

  1. Bagiamana Cara Menghitung Kebutuhan Carian Anak?

Saat menghitung kebutuhan cairan harian anak, berat badan sering menjadi acuan utama. Dalam hal ini, digunakan metode yang dikenal dengan rumus Darrow.

Rumus Darrow (kebutuhan minimum) dirumuskan seperti berikut:

  1. Untuk anak berat badan 0-10 kg, kebutuhan airnya adalah 100 ml/kg.

  2. Untuk anak berat badan 11-20 kg, ditambahkan 50 ml/kg dari selisih berat badan dengan 10 kg.

  3. Untuk anak berat badan >20 kg, ditambahkan 20 ml/kg dari selisih berat badan dengan 20 kg.

Artinya, jika anak memiliki berat badan kurang dari 10 kg, maka ia membutuhkan 100 ml air untuk setiap 1 kg berat badannya. Sebagai contoh, jika berat badan si Kecil adalah 7 kg, maka kebutuhan cairannya adalah 7 x 100 ml = 800 ml air per hari.

Anak dengan berat badan antara 10-20 kg memerlukan 1.000 ml air, ditambah 50 ml untuk setiap kg kenaikan berat di atas 10 kg. Misalnya, jika berat badan anak adalah 15 kg, maka kebutuhan cairannya adalah 1.000 ml + (50 ml x 5 kg) = 1.250 ml air per hari.

Sedangkan untuk anak yang memiliki berat badan lebih dari 20 kg, kebutuhan airnya adalah 1.500 ml ditambah 20 ml untuk setiap kg kenaikan berat di atas 20 kg.

Sebagai contoh, jika berat anak mama adalah 26 kg, maka kebutuhan cairannya menjadi 1.500 ml + (20 ml x 6 kg) = 1.620 ml air per hari.

  1. Bagaimana Dengan Pemberian Cairan Selamat Beraktivitas Fisik?

Penting untuk menjaga anak tetap terhidrasi selama aktivitas fisik. Beri mereka akses mudah ke air bersih dan anjurkan untuk minum sebelum dan selama aktivitas. Gunakan botol air yang mudah dijangkau. Hindari minuman berkafein. Selalu perhatikan tanda-tanda dehidrasi seperti haus berlebihan atau mulut kering.

Sesuaikan jumlah minum dengan intensitas dan durasi aktivitas. Saat beraktivitas di cuaca panas, berikan lebih banyak cairan. Setelah selesai, pastikan anak mengganti cairan yang hilang. Edukasi anak mengenai pentingnya minum air selama aktivitas fisik untuk kesehatan dan performa yang optimal.

  1. Apa Resiko Apabila Anak Tidak Mendapatkan Hidrasi Yang Cukup?

Ketika anak tidak mendapatkan hidrasi yang cukup, berbagai risiko kesehatan dapat muncul. Beberapa risiko ini termasuk:

  • Dehidrasi: Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat mengganggu fungsi organ, keseimbangan elektrolit, dan dapat berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.

  • Penurunan Performa Fisik: Kurangnya hidrasi dapat mempengaruhi performa fisik anak, termasuk kemampuan berolahraga, konsentrasi, dan daya tahan.

  • Risiko Panas Berlebih (Heat Exhaustion): Terutama saat beraktivitas fisik di cuaca panas, dehidrasi dapat meningkatkan risiko heat exhaustion atau kelelahan akibat panas, yang dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan baik.

  • Gangguan Keseimbangan Elektrolit: Kekurangan cairan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang berpotensi mengganggu fungsi jantung, otot, dan sistem saraf.

Oleh sebab itu, penting untuk menjaga hidrasi tubuh si Kecil, ya Ma! Agar anak mama akan selalu sehat menjalani harinya.