Potensi Kecerdasan Anak, Yuk Ayah Bunda Kembangkan 5 Hal Ini

0
127
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Kecerdasan merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki manusia dibanding makhluk Allah yang lainnya. Dengan potensi dan bekal kecerdasan yang dimiliki maka manusia akan mampu memecahkan persoalan dalam hidupnya.

Demikian juga makan orangtua akan bahagia bila memiliki anak-anak yang cerdas karena mereka adalah generasi masa depan yang bisa dibanggakan. Namun demikian, bukanlah sebuah pekerjaan mudah dalam mempersiapkan generasi cerdas tersebut.

Setiap orangtua wajib memiliki keterampilan dalam menerapkan sistem pendidikan demi mengenal, menggali, dan mengembangkan potensi kecerdasan anak. Orangtua sebagai penanggung jawab utama dalam mendidik anak harus memberikan perhatian khusus terhadap pengenalan dan penggalian potensi kecedasan anak.

Seperti dikutip dari buku Golden Parenting karya Aam Amirudin, paling tidak ada lima potensi kecerdasan anak yang perlu dikenali dan dikembangkan secara seimbang.

Pertama, Potensi Spiritual.

Yang terpenting dalam potensi ini, anak diarahkan untuk mengetahui siapa penciptanya. Hal ini bertujuan agar anak mampu menghadirkan Tuhan/Keimanan dalam setiap aktivitas. Selain itu, hal ini untuk melatih kegemaran berbuat untuk Allah, disiplin dalam beribadah, sabar berupaya, serta berterima kasih/bersyukur atas pemberian Tuhan.

Kedua, Potensi Akal.

Potensi yang perlu dikembangkan dalam diri anak dapat dimulai dengan menggali kemampuan berhitung, kemampuan verbal dan spasial, serta kemampuan membedakan dan kemampuan membuat daftar prioritas. Orangtua perlu mengenal sejauh mana kemampuan-kemampuan ini dimiliki anak-anaknya sehingga pendidikan yang diterapkan dalam lingkungan keluarga dapat disesuaikan dengan pribadi anak yang bersangkutan.

Ketiga, Potensi Jasmani.

Potensi ini amat menunjang potensi lainnya. Untuk itulah anak harus diusahakan sehat secara medis. Diupayakan juga agar anak dapat beradaptasi dengan berbagai cuaca. Di samping itu, anak juga harus tahan bekerja keras. Ini diperlukan agar ia memiliki jiwa pekerja keras dan tidak lemah.

Keempat, Potensi Perasaan.

Banyaknya anak yang mudah marah dan mudah putus asa karena potensi perasaannya tidak diasah. Karenanya, anak perlu diberi pendidikan agar mampu mengendalikan emosi, mengerti perasaan orang lain, senang bekerja sama, menunda kepuasan sesaat, serta berkepribadian stabil. Hal ini penting bagi anak ketika berinteraksi dengan orang lain.

Kelima, Potensi Sosial.

Lingkungan bagi anak merupakan suatu hal yang berharga. Anak diarahkan untuk bisa berinteraksi dengan lingkungannya, seperti senang berkomunikasi, senang membantu orang lain agar merasa bahagia, serta senang bekerjasama dengan teman sebayanya.

Agar semua potensi tadi bisa dikembangkan secara seimbang, diperlukan pola asuh yang sehat. Anak diberikan suri tauladan yang positif yang didasari oleh rasa kasih sayang, memberikan pendidikan yang sesuai. Yang tidak kalah penting adalah mengembangkan watak positif pada anak, seperti bertakwa, fleksibel, terbuka, tegas, berencana dalam setiap hal, mandiri, toleransi, disiplin, berani mengambil risiko, sportif, setia kawan, memiliki integritas, berorientasi masa depan, serta mampu kemampuan menyelesaikan tugas (amanah) yang diberikan.

Untuk menumbuhkan kreativitas pada anak, kita perlu mengenali ciri-ciri anak yang kreatif yang terdiri dari berwajah cerah dan berfisik dinamis, berminat luas (pada musik, mata pelajaran, politik, dan lain sebagainya), bertanya (pertanyaan yang berbobot), selalu ingin tahu, serta menginginkan penjelasan yang berdasar ilmiah, tidak berbatas tembok status, berani mengambil risiko, mempunyai banyak alternatif untuk menyelesaikan masalah, tidak cepat puas, hampir selalu ingin sempurna, berani tampil beda, senang menggali pengetahuan, serta mempunyai gagasan-gagasan yang original. [ ]

5

Redaksi: admin

970