Kangkung Berbahaya untuk Ibu Menyusui ? Ini Penjelasannya

0
318
Tumis Kangkung ( ilustrasi foto: freepik )

PARENTINGISLAM.ID – – ┬áMengonsumsi sayuran berdaun hijau saat menyusui baik untuk melancarkan ASI ya, Bunda. Tetapi, apakah kangkung juga aman dikonsumsi atau justru kangkung berbahaya untuk ibu menyusui? Dilansir dari haibunda.com, berikut ini penjelasannya Bunda.

Kangkung merupakan salah satu tanaman tropis yang ditanam sebagai sayuran yang memiliki pucuk dan daun yang lembut. Tanaman ini banyak ditemukan di seluruh daerah tropis dan subtropis di dunia. Kandungan gizi kangkung pun sangat banyak ya, Bunda.

Diketahui bahwa dalam setiap 100 gram kangkung mengandung energi 29 kal, protein 3 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 5,4 gram, kalsium 73 gram, fosfor 50 mg, zat besi 2,5 mg, vitamin A 6.300 IU, vitamin B1 0,07 mg, vitamin C 32 mg, dan air 89,7 gram.

Mengonsumsi kangkung banyak menyimpan manfaat kesehatan ya, Bunda. Jika dikonsumsi secara rutin dapat membantu mengatasi insomnia, senyawa yang terdapat pada sayur kangkung ialah zinc dan selenium.

Kedua nutrisi tersebut dapat menyebabkan rasa kantuk pada orang yang mengonsumsinya. Hal ini dikarenakan kedua nutrisi tersebut merupakan unsur yang membuat penenang saraf menjadi kendur dan rileks.

Kangkung Untuk Ibu Menyusui

Sayuran kangkung tidak saja cocok untuk ibu hamil tetapi juga untuk ibu menyusui. Karena, kangkung memiliki kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya untuk membantu memperlancar ASI. Sayuran kangkung juga diketahui mampu menyembuhkan atau mengobati penyakit diabetes saat hamil.

Kangkung juga diketahui dapat mencegah sembelit dan sebagai anti racun karena kandungan serat yang terdapat pada kangkung mampu mengatasi atau mencegah sembelit. Selain itu kangkung juga memiliki anti toksin yang mampu meredakan maag dan cocok untuk perawatan kulit seperti dikutip dari laman Healthbenefitsfruit.

Oh iya, Bunda, kangkung juga dapat menyehatkan mata, kandungan vitamin A yang tinggi pada sayur kangkung dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mata. Jika tidak ingin menderita degenerasi lanjut usia atau katarak, mulailah perbanyak mengkonsumsi vitamin A salah satunya yang terkandung dalam sayuran kangkung.

Selama menyusui, kangkung memang sangat bergizi untuk dikonsumsi karena mengandung banyak serat makanan yang dapat membantu mencegah sembelit.

Hanya saja, Bunda perlu mewaspadai juga karena kangkung mengandung asam oksalat yang dapat mengganggu penyerapan kalsium. Kalsium sangat penting untuk kesehatan umum dan perkembangan tulang. Oleh karena itu penting bagi ibu menyusui untuk mengurangi jumlah konsumsi sayuran ini.

Tak hanya itu, kangkung juga dapat menyebabkan gas dan menjadi salah satu sayuran ‘dingin’ yang dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman pada perut ibu menyusui dan bayi yang sedang bertumbuh. Karenanya, jika ingin mengonsumsinya pastikan dalam porsi yang tidak berlebihan ya, Bunda.

Memang, tidak ada makanan khusus untuk kehamilan ataupun menyusui yang lebih baik selama pola makan Bunda seimbang. Sehingga, penting untuk memiliki diet seimbang dalam asupan harian Bunda, seperti dikatakan Ms Kellie Kong, seorang ahli diet dari The Department of Nutrition & Dietetics di KK Women and Children Hospital (KKH), dikutip dari laman Healthxchange.

Meskipun kangkung sendiri dikenal sebagai makanan dingin seperti halnya nanas dan jeruk yang, tidak ada bukti ilmiah bahwa makanan ini perlu dihindari saat hamil atau menyusui.

Namun, tidak ada salahnya senantiasa mengontrol setiap makanan dan porsi makanan yang dikonsumsi. Ingat, makan makanan sehat dan seimbang dengan makanan dari empat kelompok makanan yang digambarkan dalam Piring Sehatku merupakan cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi yang optimal selama menyusui.

Sebagai ibu menyusui, Bunda membutuhkan sekitar 400-500 kalori lebih banyak setiap harinya. Makanlah berbagai makanan untuk menjaga tingkat energi Bunda dan memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Bunda juga bisa mendapatkan kalori ekstra dari makanan ringan yang dikonsumsi diantara waktu makan.

Selain itu, penuhi kebutuhan cairan dengan baik setiap harinya dan perbanyak menyusui untuk menjaga pasokan ASI tetap berlimpah. Ingatlah bahwa cara menghasilkan lebih banyak ASI ialah dengan menyusui bayi sesuai permintaan dan lebih sering menyusuinya.

Untuk mendapatkan kalsium lebih Bunda dapat mengonsumsi susu sapi atau makanan yang memberikan kalsium pada Bunda dan bayi sesuai kebutuhan harian. Serta, perbanyak cairan lain yang bisa didapat dari air, susu, jus, sup (kaldu) dan lainnya.  Semoga informasinya membantu ya, Bunda. [ ]

5

Redaksi: admin

846