152 Anak Kena Gangguan Ginjal Akut, Ini 7 Penyebab Gagal Ginjal pada Anak

0
230

PARENTINGISLAM.ID – – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan 152 kasus gangguan ginjal akut pada anak-anak di Indonesia. Meskipun telah ditemukan sejak Januari 2022, kasus yang disebut misterius ini baru mengalami pelonjakan signifikan pada September 2022.

Berdasarkan data yang dihimpun IDAI hingga Jumat (14/10/2022), 152 kasus tersebut tersebar di 16 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Banten, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Jambi Kepulauan Riau, Papua Barat, Papua, dan Nusa Tenggara Timur.

Hingga saat ini, penyebab gagal ginjal akut tersebut masih belum diketahui. IDAI menyebutkan bahwa fenomena ini masih belum konklusif atau menemukan titik terang terkait penyebabnya sehingga masih dibutuhkan investigasi lebih lanjut.

“Awalnya kami menduga terkait dengan COVID-19, merupakan suatu MIS-C (peradangan di organ dalam). Tapi setelah di-tata laksana dengan MIS-C, ternyata hasilnya berbeda dengan MIS-C sebelumnya. Penyebabnya memang belum konklusif,” ungkap dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dalam temu media daring, Jumat (14/10/2022).

Gagal ginjal pada anak bisa terjadi ketika fungsi ginjal menurun drastis atau tidak berfungsi sama sekali. Untuk diketahui, ginjal berguna untuk menyaring racun dan kotoran dalam darah, mengontrol kadar air, dan mengeluarkan limbah dari tubuh lewat urine.

Selain itu, fungsi ginjal juga penting untuk mengatur tekanan darah, membantu produksi sel darah merah, menjaga keseimbangan kalsium dan mineral penting lainnya.

Ketika anak mengalami gagal ginjal, fungsi ginjal di atas bakal terganggu. Kenali beberapa penyebab gagal ginjal pada anak berikut.

Penyebab gagal ginjal pada anak Ada banyak faktor penyebab gagal ginjal pada anak, antara lain:

1.Kelainan Ginjal Bawaan

Dikutip dari National Institute of Health, kelainan ginjal bawaan seperti agenesis ginjal, displasia ginjal, dan ginjal ektopik bisa memengaruhi ukuran, struktur, atau posisi ginjal. Kelainan ini bisa meningkatkan risiko gagal ginjal pada anak.

2.Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik adalah gangguan ginjal yang membuat organ vital ini ditumbuhi banyak kista. Penyakit ini bisa membuat ginjal bengkak dan merusak jaringan ginjal yang normal. Kebanyakan penyakit ginjal polikistik pada anak disebabkan faktor keturunan.

  1. Komplikasi Infeksi

Komplikasi infeksi bakteri Escherichia coli (E.coli) di saluran pencernaan terkadang berkembang ke aliran darah. Kondisi ini bisa berbahaya karena merusak sel darah merah dan lapisan pembuluh darah, termasuk di ginjal. Selain E.coli, infeksi bakteri streptococcus juga bisa merusak ginjal.

  1. Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik adalah sekumpulan gejala yang menunjukkan kerusakan fungsi ginjal. Beberapa kondisi ini ditandai kadar albumin yang tidak normal, protein urine tinggi, kadar lemak dan kolesterol tinggi, dan tubuh bengkak. Sindrom ini bisa disebabkan jaringan parut di ginjal atau penyakit autoimun.

  1. Penyakit Sistemik

Anak yang terkena penyakit sistemik seperti penyakit autoimun nefritis lupus dan diabetes juga berisiko tinggi terkena gagal ginjal.

  1. Cedera Atau Trauma Pada Ginjal

Dilansir dari Children’s Hospital of Philadelphia, kekurangan cairan, pendarahan, luka bakar, cedera, keracunan, konsumsi obat dosis tinggi bisa menurunkan tekanan darah dan membuat aliran darah ke ginjal menurun signifikan. Kondisi ini bisa jadi penyebab gagal ginjal pada anak yang sifatnya akut.

 

  1. Penyumbatan Urine

Penyebab gagal ginjal pada anak lainnya yakni penyumbatan saluran kencing. Penyakit in ibisa membuat urine yang semestinya keluar dari tubuh berbalik ke ginjal dan merusak ginjal.

Sumber: kompas.com , cnbcindonesia.com

5

Redaksi: admin

936