Kapan Sebaiknya Anak Mulai Belajar Baca, Tulis & Berhitung? Ini Dampaknya Jika Dipaksa

0
271
Saat WFH dan Ramadhan bunda bisa lebih banyak waktu mengajari ananda.

PARENTINGISLAM.ID – – Membaca, menulis, dan berhitung alias calistung kerap dijadikan standar dalam menilai kecerdasan anak. Tak jarang, para orang tua mulai memberikan les calistung pada anak sedini mungkin.

Namun perlu diingat ya, tak baik jika meminta anak menguasai segala sesuatunya padahal mereka belum berada di usia yang seharusnya, termasuk membaca, menulis, dan berhitung. Sebelum menuntut anak untuk bisa menguasai ketiga hal itu, ketahui dulu yuk usia yang tepat untuk mengajarkannya.

Hal ini diungkapkan langsung oleh seorang psikolog anak dari Tiga Generasi, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. Ia mengatakan stimulasi yang baik harus dilakukan sesuai dengan usia anak.

“Jadi enggak bisa kita misalnya anak masih usia 3 tahun, kita paksa bisa membaca, bisa menulis, karena belum sampai ke tahapan usianya,” tutur Vera pada wartawan beberapa waktu lalu.

Usia Anak Belajar Berhitung

Mengutip dari laman Baby Center, Bunda bisa memperkenalkan Si Kecil tentang angka ketika dirinya berada di usia 12 bulan. Bunda bisa menanyakan mereka hal yang simpel seperti jumlah kancing baju, dan sebagainya.

Tak hanya itu, Bunda juga bisa membantunya mengenal angka melalui sebuah lagu. Misalnya saja seperti “Satu, dua, kencangkan sepatuku”, “Lima labu kecil duduk di pagar”, dan seterusnya.

Saat anak sudah berusia 2 tahun, mereka mungkin mulai bisa belajar berhitung hingga 10 dengan hafalan. Namun, Si Kecil mungkin belum benar-benar memahami konsep berhitung benda dan melompat-lompat dalam perhitungannya.

Jangan pikirkan tentang kesalahannya dalam berhitung ya, Bunda. Fakta bahwa mereka dia melafalkan angka berarti Si Kecil telah mempelajari nama dengan benar.

Ketika usianya sudah bertambah menjadi tiga atau empat tahun, anak akan memahami bahasan bahwa menambahkan lebih banyak benda meningkatkan jumlah yang dihitung.

Antara usia 3 dan 4 tahun, anak juga akan mahir menghitung set benda-benda kecil, Misalnya dua jeruk, empat sedotan, dan seterusnya. Namun, kebanyakan anak tidak bisa mengidentifikasi angka atau menuliskannya dengan benar sampai usia 4 atau 5 tahun.

Melansir dari laman Mom News Daily, waktu yang tepat bagi anak untuk belajar berhitung adalah sebelum mereka masuk taman kanak-kanak, Bunda. Namun, bisa juga dilakukan ketika mereka masuk kelas 4 atau 5 SD.

Manfaat Anak Belajar Berhitung

Mengajarkan anak berhitung sebelum masuk sekolah akan meningkatkan kesiapan mereka untuk konsep matematika lain yang akan diajarkan di masa depan, Bunda. Misalnya saja seperti penjumlahan dan pengurangan.

Dilihat dari laman Verywell Family, salah satu cara untuk memulai mengajari anak belajar berhitung adalah dengan memberitahu usia mereka dengan menggunakan cari. Kemudian, minta mereka melakukan hal yang sama.

Kalau Si Kecil belum siap untuk mencontoh perilaku ini, cukup tunjukkan sesekali padanya, Bunda. Pada akhirnya, ia akan mengangkat jumlah jari yang benar. Kalau benar, Bunda bisa katakan, “Ya, itu benar!”. Bunda juga harus menjaga kegiatan belajar tetap menyenangkan dan tanpa beban, ya.

 

Usia Anak Belajar Menulis

Anak-anak di berbagai negara akan belajar membaca dan menulis di usia yang berbeda, Bunda. Beberapa anak mulai belajar membaca dan menulis sejak usia mereka empat tahun. Namun, yang lainnya bahkan tidak belajar hingga usianya 7 tahun.

Meskipun ada anak yang membaca di usia 3 tahun, mungkin diperlukan waktu hingga tujuh tahun bagi mereka untuk sepenuhnya memperoleh keterampilan pemahaman.

Mengutip dari laman Medicine Net, sebagian besar anak bisa melakukan kegiatan mencoret-corek ketika mereka berusia dua tahun. Mereka mungkin sudah mulai belajar menulis alfabet di usia empat sampai lima tahun dan merangkai kata di usia 8 tahun.

Manfaat Anak Belajar Menulis

Menulis mengacu pada semua bentuk komunikasi visual dan tertulis, Bunda. Menulis bukan hanya tentang tulisan konvensional yang cenderung muncul menjelang dimulainya sekolah formal.

Mengajarkan anak menulis bisa memberikan kesempatan mereka untuk mengetahui pendalaman makna menggunakan berbagai komunikasi. Misalnya saja visual, auditori, taktil, verbal, dan tertulis.

Dikutip laman Education, pengalaman anak-anak dengan menulis dan membuat teks adalah cara terbaik untuk menunjukkan ekspresi diri pada anak usia dini, Bunda. Pengalaman-pengalaman ini juga akan mendukung untuk pengembangan membaca serta menulis mereka di kemudian hari.

Pengalaman menulis dapat memberikan kesempatan tanpa batas untuk mengembangkan seni anak. Tak hanya itu, anak juga akan belajar tentang ekspresi tertulis. [ ]

Sumber: haibunda.com

5

Redaksi: admin

920

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini