Makan Kelapa Parut Bisa Bikin Anak Cacingan? Ini Kata Dokter

0
234
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Mungkin Bunda pernah dengar nasihat tentang berbagai makanan pantangan saat kecil. Salah satunya larangan makan kelapa parut yang katanya bikin cacingan.

 

Seperti yang kita tahu, Indonesia kaya akan budaya, berbagai daerah juga masih memegang kepercayaan nenek moyang. Alhasil, mitos dan hal-hal tabu tentang makanan juga masih dipercaya. Salah satunya seperti kelapa parut.

 

Orang tua zaman dahulu melarang anak-anak untuk makan kelapa parut karena dipercaya bisa sebabkan cacingan atau kremian. Hmm.. Bunda pernah dengar nasihat tersebut?

 

Bagaimana soal ini menurut pendapat dokter? Bubun tanya-tanya sedikit nih, dengan dr.Meta Hanindita, Sp.A(K). Menurut dr.Meta makan kelapa parut bikin anak cacingan itu mitos, lho.

 

“Enggak ada hubungannya (makan kelapa parut bikin cacingan). Mitos,” ungkap dr.Meta.

 

Meta lebih lanjut menjelaskan bahwa infeksi cacing kremi disebut Enterobiasis atau oksiuriasis. Cara penularannya lewat telur yang tertelan, Bunda. Telur itu dapat berasal dari makanan yang terkontaminasi atau tanah yang tercemar kotoran yang mengandung telur cacing.

 

“Kalau kelapa parutnya bersih, enggak masalah kok,” tuturnya.

 

Mitos zaman dahulu mengatakan demikian mungkin karena cacing kremi bentuknya kecil-kecil berwarna putih seperti parutan kelapa, menurut Meta.

 

Pentingnya Terapkan PHBS Dan Minum Obat Cacing Rutin

Dokter Spesialis Anak, Subspesialisasi Nutrisi yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini menegaskan bahwa kebersihan tangan anak sangat berpengaruh, Bunda. Apalagi jika anak habis main di taman atau kebun. Pastikan tangan mereka bersih dari tanah dan cuci tangan pakai sabun sebelum makan.

 

Untuk itu, penting sekali menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti cuci tangan pakai sabun, masak dengan benar, air minum yg matang dan bersih.

 

Selain itu, penting juga bagi anak untuk rutin minum obat cacing enam bulan sekali, Bunda. Meta juga menyarankan sejak anak usia satu tahun, sebaiknya sudah diberikan obat cacing secara rutin.

 

Mungkin Bunda belum tahu apa saja gejala infeksi cacing. Secara umum, menurut Meta, gejala infeksi cacing bisa ringan sampai berat. Yang ringan, gejala tidak tampak khas.

 

“Gejala umum yang harus dikenali adalah lesu, tidak bersemangat, sering mengantuk, pucat dan kurang gizi,” kata dr.Meta.

 

Lebih lanjut, Meta menjelaskan bahwa infeksi cacing kremi bisa menular, lho. Bagaimana penularannya? Jadi, telur cacing kremi menimbulkan rasa gatal pada anus. Kalau digaruk, telur pecah dan larva masuk ke dalam dubur.

 

“Selain itu, telur akan bersembunyi di jari, kuku, menempel pada pakaian/sprei/handuk sehingga bisa menulari orang lain,” ungkapnya.

 

Waduh, ternyata bisa lewat sprei ya, Bunda. Meta mengingatkan pentingnya rutin mencuci sprei, apalagi jika Bunda punya anak-anak yang suka main di tempat outdoor.

 

Dampak Jangka Panjang

Infeksi cacing bakal sangat berdampak pada pemasukan makanan, pencernaan, penyerapan, serta pengolahan makanan sehingga berakibat hilangnya protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin dalam jumlah besar.

 

Alhasil, infeksi cacing bisa membuat anak malnutrisi. Selain itu dapat menimbulkan anemia, diare dan gangguan respon imun. Yang lebih parah lagi, anak bisa mengalami gangguan tumbuh kembang, lho.

 

“Anak yang menderita infeksi cacing mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan nutrisi, gangguan tumbuh kembang dan penurunan prestasi belajar,” tuturnya.

 

Kabar buruknya, infeksi cacing kremi ini juga menyerang di segala usia, lho. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Lalu, bagaimana kalau infeksi sudah parah? Meta mengatakan penanganannya juga melalui konsumsi obat cacing, Bunda. [ ]

Sumber: haibunda.com

5

Redaksi: admin

921