Mengenal Apa Itu Adenovirus, Virus yang Diduga Penyebab Hepatitis Misterius

0
66

PARENTINGISLAM.ID – –  Jumlah laporan kasus anak yang diduga terkena penyakit hepatitis misterius semakin bertambah. Disebut-sebut penyakit ini berkaitan dengan adenovirus. Apa itu adenovirus?

Dikutip dari Livescience, adenovirus adalah jenis virus yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada manusia, mulai dari infeksi mata, flu hingga infeksi saluran cerna.

Menurut jurnal Scientific Reports, ada 88 jenis adenovirus yang diketahui dapat menginfeksi manusia. Adenovirus menyebar di antara orang-orang melalui kontak pribadi yang dekat, serta melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Selain itu, penularan adenovirus juga dapat terjadi saat seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh mulut, mata, atau hidung sebelum mencuci tangan.

Maka dari itu, penurunan risiko terinfeksi adenovirus dapat dilakukan dengan sering mencuci tangan pakai sabun. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, termasuk tidak menggunakan peralatan makan yang sama.

Gejala Infeksi Adenovirus

Dilansir Web MD, ada beberapa gejala umum yang menunjukkan ketika seseorang terinfeksi adenovirus, yakni:

  • Batuk

  • Demam dan meriang

  • Hidung meler atau mampet (seperti pilek)

  • Nyeri tenggorokan

  • Mata merah

  • Sesak napas

  • Diare dan sakit perut

  • Sakit kepala

  • Nyeri saat buang air kecil

Langkah-langkah untuk mencegah terinfeksi adenovirus hampir mirip seperti pencegahan infeksi saluran pernapasan, yakni memakai masker dan rajin mencuci tangan.

Alasannya, diketahui adenovirus menyebar lewat percikan halus liur di udara yang keluar saat seseorang batuk atau bersin (disebut juga sebagai droplet).

Benarkah Adenovirus Berkaitan Dengan Hepatitis Misterius?

Hepatitis akut atau dikenal pula sebagai hepatitis misterius adalah masalah peradangan pada organ hati, yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A, B, C, D, atau E. Namun, pada kasus yang terjadi di antara anak-anak tersebut tidak ditemukan jejak virus hepatitis.

Sejauh ini peneliti hanya menemukan jejak virus SARS-COV-2 dan adenovirus. Investigasi masih terus berlanjut dengan sebagian ahli menduga-duga adenovirus, spesifiknya tipe 41, terkait dengan hepatitis.

World Health Organization atau WHO pun belum mengonfirmasi apakah benar adenovirus berkaitan dengan hepatitis misterius. Kendati demikian, WHO tetap mengimbau negara-negara terus melakukan pengawasan sambil menerapkan langkah pencegahan untuk infeksi adenovirus.

Dilansir Today, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa pada hepatitis misterius di AS secara keseluruhan, adenovirus terdeteksi pada setengah dari jumlah kasus pasien.

Menurut CDC, sebelum kasus ini adenovirus tidak diketahui dapat menyebabkan hepatitis pada anak-anak yang sehat.

“Tidak ada kaitan dengan satu wilayah geografis, paparan umum terhadap makanan atau hewan tertentu,” ungkap dokter ahli penyakit menular Dr Philippa Easterbrook, dalam jumpa pers WHO.

Ahli gastroenterologi anak di Mass General Hospital for Children, Dr Esther Israel, menyatakan ini perlu dikaji lebih lanjut. “Jika memang adenovirus adalah virus yang bertanggung jawab, maka penyakit ini ini berpotensi menular,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis anak konsultan gastro-hepatologi RSCM FK UI, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp.A. Dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, dr Hanifah menyebutkan bahwa adenovirus termasuk virus yang diduga berkaitan dengan hepatitis akut pada anak.

“Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,” ungkap Prof Hanifah, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes RI. [ ]

Sumber: haibunda.com

5

Redaksi: admin

930

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini