Dzikir Menjelang Tidur, Ajarkan Ini Pada Anak Agar Istirahatnya Berkualitas

0
360
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Dzikir menjelang dan bangun tidur cukup banyak disebutkan dalam  sejumlah hadits. Berikut ini akan penulis paparkan bacaan dzikir beserta  penjelasannya. Boleh dibaca semuanya sekaligus atau dipilih yang dianggap  mudah jika merasa tidak mungkin untuk membaca semuanya:

Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuutu

 

“Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (H.R.  Bukhari dan Muslim)

 

Allahumma aslamtu nafsii ilaika, wafawadtu amrii ilaika, wawajjahtu wajhii  ilaika, wa’alja’tu zhahrii ilaika, raghbatan warahbatan ilaika, laa malja’a walaa  manjaa minka illaa ilaika, aamantu bikitaabikal ladzii anzalta, wabinabiyyikal  ladzii arsalta

 

 

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada[1]Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu karena takut (terhadap siksa)  dan harap (akan pahala), tidak ada tempat berlindung dan tempat bersembunyi  dari-Mu, melainkan akan kembali juga kepada-Mu, aku sandarkan punggungku  kepada-Mu, aku beriman pada kitab yang Engkau turunkan dan (aku beriman)  kepada nabi-Mu yang Engkau utus.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Allahu laa illaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’hudzuhu sinatun walaa naumun lahu maa fis samaawaati wamaa fil ardhi man dzal ladzii  yasyfa‘u ‘indahu ilaa biidzni ya‘lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum  walaa yuhiituuna bisyai’in min ‘ilmihi illaa bimaa syaa’a wasi‘a kursiyyuhus  samaawaati wal ardha walaa ya’uuduhu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adziim

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup  kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang  di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa[1]apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi  langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah  Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 255) (H.R. Bukhari)

Lillaahi maa fis samaawaati wamaa fil ardhi wain tubduu maa fii anfusikum au  tukhfuuhu yuhaasibkum bihillaahi fayaghfiru limay yasyaa’u wayu‘adzibu mayyasyaa’u wallahu ‘alaa kulli syai’in qadiir. Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi  mir rabbihi walmu’minuuna kullun aamana billaahi wamalaaikatihi wakutubihi  warusulihi laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihi waqaaluu sami‘naa wa  atha‘naa gufraanaka rabbanaa wailaikal mashiir. Laa yukalliful llaahu nafsan  illaa wus‘ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat. Rabbanaa laa  tuakhidnaa in nasiinaa au akhtha’naa rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran  kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qablinaa. Rabbanaa walaa tuhammilna  maalaa thaaqata lanaa bih. Wa‘fu ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta  maulaanaa fansurnaa ‘alaal qaumil kaafiriin

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di  bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu  menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu  tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya  dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Mahakuasa atas segala  sesuatu. Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), ’Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya,’ dan mereka mengatakan, ’Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdoa), ’Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.’ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), ’Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 284-286) (H.R. Bukhari)

Waktu hidup manusia secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu waktu untuk bekerja dan waktu untuk istirahat (tidur). Rasanya, sangat tidak mungkin, bahkan boleh dikatakan mustahil, jika ada manusia yang menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk bekerja tanpa mengenal waktu istirahat atau waktu tidur. Begitu pula sebaliknya, tidak mungkin ada manusia yang seluruh waktu hidupnya hanya dihabiskan dengan tidur dan istirahat atau santai tanpa ada secuil karya dan kerja. Semua itu karena Allah sendiri sebagai Khaliq manusia yang telah menggariskan jalan hidup manusia, sebagaimana firmannya,

Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.” (Q.S. Yuunus [10]: 67).

Dalam ayat lain pun dijelaskan, “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (Q.S. Al-Qashash [28]: 73)

Kedua jenis waktu itu sama pentingnya sehingga patut untuk diperhatikan. Selain itu, keduanya saling mendukung, saling bergantung, dan saling memengaruhi. Kualitas kerja bergantung pada cukup tidaknya dia melakukan istirahat.

Begitu pula kenyamanan istirahat memengaruhi kekuatan kerja. Dengan demikian, masalah tidur merupakan masalah yang tidak bisa dianggap enteng sehingga Allah dan rasul-Nya sangat memerhatikan dengan memberi sejumlah petunjuk dalam melaksanakannya. Dan salah satu petunjuk dan tuntunan itu adalah berdzikir (doa) sebelum tidur untuk menambah kualitas tidur kita. [ ]

5

Redaksi: admin

830