Tips Agar Anak Semangat Ibadah Ramadhan, Jelaskan 5 Hadits Ini Pada Anak

0
442
PARENTINGISLAM.ID – – Hadist tentang puasa merupakan pedoman untuk mengerjakan Puasa Ramadhan. Selain itu, hadist tentang Puasa Ramadhan tersebut, juga menjelaskan mengenai keutamaan puasa Ramadhan.
Ingin tahu apa saja hadist yang menganjurkan umat Islam agar melaksanakan Puasa Ramadhan?
Yuk, simak ulasannya berikut ini.
  1. Puasa Ramadhan Dapat Menghapus Dosa
Man shoma romadhona imanan wahtisaban, ghufirolahu ma taqoddama min dzanbih,
 “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala dari ALLAH Ta’ala, niscaya akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari – Muslim)
Hal tersebut menjelaskan mengenai keutaman yang ada diterima umat islam saat menjalankan perintah puasa pada bulan Ramadhan, yaitu akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu.
  1. Ramadhan Ke Ramadhan Berikutnya Menghapuskan Dosa
As – sholawaatul khomsu waal jumuatu ilaal jumuati wa romadhoona ilaa romadhoona mukaffirootun lima baiinahunna idzaaj tunibatil kabaair,
Shalat fardhu lima waktu, sholat Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa – dosa yang dilakukan di antara masa tersebut, seandainya dosa – dosa besar dijauhkan.” (HR. Muslim)
  1. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup
Iza ja’a ramadhanu futihat abwabu al-jannati wa ghulliqat abwabu al-nari wa suffidat al-syayathin, “Jika datang Bulan Ramadhan dibuka pintu surga dan ditutup pintu neraka dan diikat para syaitan.” (HR. Muslim dan Abu Hurayrah).
Dari hadist tersebut, bisa diambil pelajaran bahwa, datangnya bulan Ramadhan akan membawa keberkahan sendiri bagi umat islam.
Serta akan banyak ganjaran dan pahala yang disediakan di bulan Ramadhan dan dibukanya pintu maaf.
 

 

  1. Puasa Ramadhan Menjadi Perisai
Washiyaam junnatun waidza kaana yauumu shoumi ahadikum falaa yarfut walaa yashkhob faain saabbahu ahaduun auw  qhootalahu falyakul inniim ruun shooimuun
 “Puasa itu adalah perisai, oleh karena itu pada hari seorang diantara kalian sedang puasa hendaknya tidak berkata keji, berteriak – teriak, dan bertindang bodoh, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadist tersebut, dapat diambil makna bahwa ALLAH Ta’ala menganjurkan agar saat puasa seorang muslim tidak merusak puasanya dengan perbuatan buruk seperti berkata keji, berteriak – teriak, dan bertindak bodoh. Sebab tindakan tersebut bertentangan dengan maksud dan tujuan puasa.

 

  1. Allah Langsung Yang Memberi Ganjarannya
Kullu amalibni aaadamu yudhooaful hasanatu assyru amtsaalihaa ilaa sabimiati dhi’fiin qhoolALLAHu ajjawajalla illaash shouuma faainnahu waanaa azjii bihi yada’u syahwatahu wathoaamahu min ajlii
Setiap amal yang dilakukan anak adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali lipat. Lalu ALLAH Ajjawazalla berfirman kecuali puasa sesunguhnya puasa itu untuk-Mu dan Aku-lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makanan demi aku semata.” (HR. Muslim)

 

  1. Orang Yang Berpuasa Mempunyai Dua Kebahagiaan
Lishooimi farhataani yafrohuhhumaa idzaa aftoro faraha waidzaa laqiya robbahu fariha bishoumihi Artinya,
Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan. Berbahagia pada saat dia berbuka, berbahagia dengan puasaya itu dan saat ia berjumpa dengan Rabb-NYA.” (Hadist Qudsi)
Demikian ayah bunda, semoga anak-anak Kembali bersemangat menjalankan ibadah puasa dan amal sholeh lainnya dibulan Ramadhan ini. Semoga bermanfaat. [ ]
5
Redaksi: admin
830