Dua Bayi Meninggal, Produk Susu Ini Ditarik karena Diduga Mengandung Bakteri Berbahaya

0
401

PARENTINGISLAM.ID – – Produk susu dari Abbott Nutrition kembali ditarik dari pasaran, Bunda. Kali ini giliran produk susu bayi bubuk Similac PM 60/40 yang diproduksi di fasilitas Abbott di Sturgis, Michigan, Amerika Serikat.

 

Melansir dari CNN, Abbott Nutrition menarik susu Similac PM 60/40 karena laporan tentang infeksi bakteri berbahaya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sedang menyelidiki laporan tersebut.

FDA menyebut bahwa seorang bayi yang mengonsumsi Similac PM 60/40 meninggal dunia karena infeksi Cronobacter sakazakii. FDA mengatakan, infeksi bakteri ini ‘mungkin’ menjadi penyebab meninggalnya bayi itu.

Abbott Nutrition sendiri mulai menarik kembali susu formula dengan kode lot 27032K800 itu pada hari Senin (28/2/22). Mereka mengatakan, tidak ada produk yang didistribusikan terbukti positif mengandung Cronobacter sakazakii.

“Kami menghargai kepercayaan yang diberikan orang tua kepada kami untuk mendapatkan nutrisi berkualitas tinggi dan aman, dan kami akan melakukan apa pun untuk menjaga kepercayaan itu,” kata Abbott dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email ke CNN.

CDC dan FDA masih menyelidiki masalah ini. Setidaknya, mereka menemukan ada empat laporan terkait infeksi Cronobacter sakazakii pada bayi. Selain itu, ada pula satu keluhan infeksi Salmonella Newport dari produk susu yang diproduksi di Sturgis.

Kelima bayi telah mendapat perawatan di rumah sakit. Namun, dua bayi dinyatakan meninggal dunia.

Meski begitu, FDA menegaskan penarikan produk hanya berlaku pada susu formula bubuk, Bunda. Konsumen tetap bisa menggunakan produk yang masih dijual bebas dan tidak ditarik dari peredaran.

“Penarikan tidak termasuk produk susu formula cair. Konsumen bisa terus menggunakan semua produk yang tidak termasuk dalam penarikan ini,” ujar FDA.

Bakteri Cronobacter memang bisa berbahaya untuk anak-anak. Bakteri Cronobacter dapat menyebabkan infeksi parah yang mengancam nyawa. Bakteri ini bisa menimbulkan peradangan pada selaput yang melindungi otak dan tulang belakang, Bunda.

Gejala parah dapat ditimbulkan bila terpapar bakteri ini. Menurut FDA, gejalanya termasuk gerakan abnormal, napas berbunyi seperti mendengkur, mudah marah, penyakit kuning, lesu, kesulitan makan, ruam, perubahan suhu tubuh, serta munculnya darah di urin atau tinja.

Sementara menurut CDC seperti dilansir USA Today, bakteri Cronobacter sakazakii mudah hidup di tempat yang kering, seperti susu bubuk, teh herbal, dan pati. Bakteri ini juga telah ditemukan di dalam air limbah.

Penyakit akibat bakteri Cronobacter sakazakii sebenarnya jarang terjadi. CDC biasanya menerima laporan dua hingga empat bayi terinfeksi setiap tahun.

Pada bayi, Cronobacter biasanya menyebabkan sepsis atau meningitis berat. Beberapa bayi mungkin mengalami kejang.

Tingkat kematian untuk meningitis Cronobacter dapat mencapai sekitar 40 persen. Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi luka atau infeksi saluran kemih pada orang dari beragam kalangan usia.

Sebelumnya, Abbott Nutrition telah menarik izin edar tiga produk susu bayi karena mengandung bakteri Salmonella. Ketiganya adalah merek Similac, Alimentum, dan Elecar. [ ]

Sumber: haibunda.com

5

Redaksi: admin

840