Tanda Remaja yang Sedang Mencari Perhatian Orangtua, Perhatikan 7 Hal Ini

0
306
Remaja Muslim

PARENTINGISLAM.ID – – Meski sudah berusia besar, anak remaja tetap membutuhkan perhatian positif dari orangtuanya. Ketika anak menunjukkan perilaku mencari perhatian, umumnya ini disebabkan oleh perasaan cemburu, kesepian, atau sedang memiliki harga diri yang rendah.

Sehingga bukan hal yang mengherankan lagi jika remaja mendapatkan sedikit perhatian, ia akan lebih sering menunjukkan perilaku negatif. Sebenarnya, tingkah laku tersebut diperlihatkan karena ia sedang meminta bantuan kepada orangtuanya.

Penting bagi orangtua untuk memberikan belas kasih dan perhatian lebih pada anak remajanya yang sedang mencari perhatian. Jika ini dilakukan, akar masalahnya akan lebih mudah ditemukan dan mungkin menghentikan perilaku negatif pada remaja.

Selain berperilaku negatif, ada beberapa tanda lainnya yang menunjukkan seorang remaja lagi butuh perhatian. Untuk mencari tahu tanda-tanda yang lainnya, berikut ini dikutip dari Popmama.com beberapa tanda remaja yang sedang mencari perhatian orangtuanya. Coba simak yuk!

  1. Berpura-pura Sakit

Tahukah Bunda kapan anak mendapatkan perhatian paling banyak dari orangtuanya? Ketika anak mengeluh sakit. Tentu saja, Mama dapat mempercayai anak ketika ia mengatakan sedang tidak enak badan.

Namun jika Bunda melihat ada tanda-tanda remaja tampak berpura-pura merasa sakit, Bunda harus mencari alasannya daripada berdebat dengannya.

Ada banyak alasan mengapa beberapa anak berbohong tentang sakit. Beberapa anak berbohong karena mereka tidak ingin pergi ke sekolah, atau beberapa melakukannya agar mereka tidak perlu mengunjungi acara keluarga.

Tetapi terkadang remaja melakukannya karena ia ingin Bunda memberikannya lebih banyak waktu dan perhatian.

  1. Memancing Untuk Mendapatkan Pujian

Ketika remaja tahu bahwa ia terlihat baik atau melampaui suatu kegiatan, ia akan mencoba untuk memancing pujian orang-orang terdekatnya secara konsisten, termasuk mencari perhatian dari orangtuanya.

Dilansir dari Creativity Mesh, ketika remaja mencari pujian, ia sedang mencari “validasi eksternal”. Saat validasi itu diterima, itu dapat membantu meningkatkan harga dirinya untuk sementara.

Tetapi ketika harga diri mulai berkurang, memancing pujian akan dimulai lagi. Ini akan membuat remaja terjebak dalam lingkaran setan dalam mencari perhatian dari orang lain.

  1. Menunjukkan Diri Sebagai Korban

Anak remaja yang selalu menunjukkan diri sebagai korban ketika berkelahi dengan saudara atau teman juga cenderung hanya mencari perhatian.

Ini adalah salah satu cara yang lebih umum digunakan anak untuk mengungkapkan kebutuhannya akan lebih banyak perhatian, dan umumnya bekerja dengan sempurna.

Anak tahu bahwa ia memiliki orangtua yang mencintainya, dan jika ia menampilkan diri sebagai korban dari situasi tertentu, ia akan mendapatkan lebih banyak perhatian.

Jadi, meskipun Bunda harus selalu memercayai anak, ketahuilah bahwa terkadang ia bisa berbohong untuk mendapatkan lebih banyak perhatian dari Bunda. Cara terbaik untuk menghentikan anak melakukan ini adalah memberikan apa yang remaja butuhkan, yaitu waktu.

 

  1. Menunjukkan Reaksi Yang Berlebihan Pada Apapun

Bereaksi berlebihan bisa menjadi tanda lain dari seorang remaja yang tidak mendapatkan perhatian cukup dari orangtuanya. Jika anak remaja mama sangat dramatis dan cenderung marah atau kesal ketika ada yang salah, ia mungkin melakukannya hanya untuk mendapatkan perhatian.

Perlu diingat bahwa bagi beberapa anak, ini hanyalah ciri kepribadian. Tetapi jika perilaku ini tidak selalu muncul, umumnya karena alasan yang sangat spesifik di balik reaksinya yang berlebihan.

Remaja dapat mudah tersinggung karena suatu alasan, apakah ia merasa cemburu atau memiliki kepercayaan diri yang rendah, penting bagi orangtua untuk berbicara dengan anak dan mencari tahu apa alasannya.

  1. Cerita Berlebihan Untuk Mendapatkan Perhatian

Selain menunjukkan reaksi yang berlebihan, cerita berlebihan untuk mendapatkan simpati dari orangtua, juga menjadi tanda-tanda remaja butuh perhatian lebih dari Ayah Bunda. Dan ketika ini terjadi, perhatian yang ia cari umumnya diberikan.

Meskipun perhatian yang remaja terima adalah akibat dari berbohong kepada orangtua. Dilansir dari BNI Treatment Centers California, remaja yang membesar-besarkan cerita sedang mempermainkan emosi orangtuanya.

Dalam banyak kasus, keadaan cerita jauh lebih dramatis atau lebih menyedihkan daripada apa yang sedang ia sampaikan.

Namun, jika cerita disampaikan secara jujur, orangtua mungkin tidak dapat memberikan simpati. Alhasil, remaja tidak akan mendapatkan perhatian yang dicari.

  1. Mengembangkan Perilaku Yang Memberontak

Menolak mengerjakan pekerjaan rumah, bolos sekolah, mencuri, dan sejenisnya adalah contoh perilaku pemberontak. Jika salah satunya diperlihatkan oleh para remaja, tandanya ia sedang putus asa mencari perhatian orangtua.

Dilansir dari Healthfully, ketika remaja memberontak untuk mendapatkan perhatian orangtua, ia tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan dapat memiliki konsekuensi jangka panjang.

Baik itu mendapatkan nilai buruk, tidak lulus sekolah, hingga bahkan mendapatkan catatan polisi, bisa menyebabkan seorang anak mendapatkan masalah seiring bertambahnya usia.

Oleh karena itu, jika Bunda melihat salah satu dari perilaku ini pada remaja, segera menghentikannya sejak awal. Ini diperlukan untuk mengurangi perilaku negatif dan kerusakan yang berpotensi ditimbulkan oleh remaja di masa depan.

  1. Memiliki Masalah Di Sekolah

Masalah di sekolah dapat berkisar dari membuat komentar yang tidak pantas di kelas, menolak untuk berpartisipasi, tidak menyerahkan pekerjaan rumah, atau membolos. Bila ini terjadi, itu pertanda remaja sedang mencari perhatian dari orangtuanya.

Menurut Applied Behavior Analysis Programs Guide, ketika remaja berpartisipasi dalam perilaku mencari perhatian di kelas, ini bisa jadi karena mereka tidak memiliki interaksi orang dewasa yang pantas di luar kelas.

Setelah perilaku negatifnya dilaporkan, anak tak hanya mendapakan perhatian dari orangtuanya saja. Namun ia juga akan mendapatkan perhatian dari guru-guru hingga teman-teman kelasnya.

Nah itulah beberapa tanda remaja yang sedang mencari perhatian orangtuanya. Memberikan perhatian pada remaja bisa menjadi tugas yang membingungkan. Memberi terlalu banyak perhatian, bisa membuatnya manja, namun jika terlalu sedikit anak mungkin berperilaku buruk dan sedih.

Pada akhirnya, setiap anak perlu mendapatkan perhatian yang disesuaikan dengan kebutuhan. Itulah sebabnya memerhatikan tanda-tanda di atas menjadi acuan bagi para orangtua kapan harus memberikan perhatian lebih pada anak-anaknya. Semoga bermanfaat. [ ]

5

Redaksi: admin

930