Bumi Berputar Dalam Penjelasan Sain dan Al Quran, Sampaikan Ini Pada Anak

0
406
PARENTINGISLAM.ID – – Mungkin selama ini sebagian besar orang tidak memperhatikan adanya kecepatan besar ketika Bumi berputar. Baik dalam penjelasan Sain dan Al Quran kesemuanya menemukan kesesuaian.
Penjelasan Sain
“Tetapi,  jika Bumi mendadak diam, segala sesuatu yang ada di permukaannya akan tercabut dan terbang ke timur dengan kecepatan tinggi, sebelum akhirnya jatuh kembali ke bawah,” kata Sten Odenwald dari NASA.

 

Kecepatan terbesar ada di garis khatulistiwa, sekitar 1.000 mph (miles per hour). Sedangkan benda-benda yang berterbangan di daerah dekat dengan kutub mencapai 800 mph.

 

Selain itu, gelombang pasang raksasa akan muncul dan angin ribut berembus. Bumi yang tak lagi berotasi membuat air laut dan samudra bergerak membentuk tsunami raksasa, mengarah ke timur dan menyapu kota-kota di pesisir.

 

Meski demikian, atmosfer akan terus bergerak dan berhentinya Bumi membuat atmosfer berputar mengelilingi planet mungkin beberapa kali. Awal mula, kecepatan aliran udara diperkirakan sangat besar, yaitu lebih dari 1.100 mph, dan ada kemungkinan Bumi kehilangan sebagian besar atmosfernya dalam peristiwa tersebut.

 

Penjelasan Al Quran
Bumi sebagai salah satu planet yang berada dalam gugusan bintang matahari, ikut bergerak mengelilingi matahari yang menghabiskan waktu selama setahun, dan menyebabkan peristiwa perubahan musim yang empat; musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur. Sebagaimana ia berputar dengan sendirinya yang menyebabkan terjadinya malam dan siang.
Gerakan bumi dan planet-planet yang lain, baik dalam garis edarnya sendiri atau dalam mengelili bintang yang lebih besar darinya tunduk pada hukum alamiah (baca: sunatullah) tertentu yang tidak mungkin terjadi karena suatu kebetulan. Semua benda langit saling terkait dengan benda langit yang lainnya karena adanya gaya gravitasi yang dimilikinya dan daya elektrik-magnetik yang melingkupinya.
Al-Qur’an secara menakjubkan telah mengisyaratkan gerakan bumi ini dalam berbagai ayatnya, salah satunya adalah ayat 88 surah An-Naml. Allah Ta’ala berfirman:

 

(88) وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.An -Naml [27 ] : 88)
Ayat di atas menunjukkan kepada persepsi keliru yang dianut sebagian orang yang berpendapat bahwa gunung-gunung itu diam dan tak bergerak. Dalam ayat ini, bahkan Allah Ta’ala menegaskan bahwa gunung-gunung yang ada di muka bumi ini, seluruhnya bergerak dengan gerakan seperi gerakannya awan.
Perumpamaan gerakan gunung dengan gerakan awan, dalam ayat di atas memiliki pengertian bahwa gerakan gunung tidak terjadi karena dirinya sendiri, tetapi ia bergerak karena ada yang menggerakannya, sebagaimana udara menggerakkan awan.
Bumilah yang telah bergerak, sehingga gunung-gunung yang ditancapkan di atasnya turut bergerak. Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh Al-Qur’an dalam surah Yasin, ayat 40. Allah Ta’ala berfirman:
(40) لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” ( QS. Yasin [36]: 40)
Ayat di atas, menunjukkan bahwa malam tidak akan dapat mendahului siang. Sedangkan orang Arab pada waktu Al-Qur’an diturunkan mengatakan bahwa siang tidak akan dapat mendahului malam. Dalam ayat ini, Allah Ta’ala tidak menafikan perkataan mereka, namun melengkapinya dengan menegaskan bahwa malam pun tidak dapat mendahului siang.
Karenanya, maksud dari ayat itu, berarti terjadinya malam dan siang pada waktu yang bersamaan di atas permukaan bumi. Di mana hal ini tidak mungkin terjadi, kecuali jika bumi bergerak dan berputar. Disebabkan perputaran ini, terjadi pergantian malam dan siang.
Nah, itulah tadi penjelasan mengenai perputaran Bumi terhadap Matahari. Ayah Bunda harus bisa menjelaskan bahwa secara sain bisa dihitung perkiraan kecepatannya sementara secara akidah Al Quran pun menjelaskannya dengan mudah. Selamat berdiskusi dengan anak ya Ayah Bunda. [ ]

 

Sumber: popmama.com & republika.co.id

 

5

Redaksi: admin

940