Baby Blues Dalam Islam, Begini Cara Mengatasinya

0
42
PARENTINGISLAM.ID – – Ternyata, Islam sendiri membahas mengenai baby blues. Namun, sebelum membahas lebih dalam mengenai baby blues dalam Islam, yuk ketahui pengertian, penyebab dan gejalanya terlebih dahulu!
Pengertian Baby Blues
Baby blues adalah perubahan suasana hati yang dirasakan oleh ibu yang baru melahirkan. Sindrom baby blues adalah hal normal dari menjadi ibu baru, dan biasanya hilang dalam 10 hari setelah melahirkan. Bahkan, diperkirakan 50-80% dari semua ibu mengalami kondisi ini setelah melahirkan.
Baby blues sendiri biasanya menyerang dalam beberapa hari setelah melahirkan, tetapi jika mengalami persalinan yang sangat sulit, Bunda  mungkin akan menyadarinya lebih cepat. Namun, beberapa wanita punya gejala yang lebih buruk dan lebih lama, yang disebut “depresi pasca persalinan” atau PPD dan hal ini berbeda dengan sindrom baby blues.
Dilansir dari American Family Physician seorang perempuan memang kerap mengalami perubahan suasana hati. Dalam sesaat bisa merasa bahagia, namun bisa juga merasa sedih di detik berikutnya.
Selain itu, dilansir dari Healthy Children, sindrom baby blues termasuk dalam depresi yang dialami selama dan setelah kehamilan. Depresi selama dan setelah kehamilan biasanya dibagi menjadi beberapa kategori berikut:

 

Penting bagi Bunda dan pasangan, bersama keluarga dan teman-teman untuk mengetahui tanda-tanda depresi pascamelahirkan dan mencari bantuan jika Bunda merasa khawatir.
Penyebab Baby Blues
Sebelum membahas mengenai baby blues dalam Islam, kita perlu mengetahui penyebab kondisi ini bisa terjadi. Namun ternyata, penyebab pasti baby blues belum diketahui dengan pasti.
Meski demikian, baby blues disebut memiliki keterkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamulan dan terjadi lagi setelah sang ibu melahirkan. Tubuh Bunda ketika hamil dan melahirkan akan mengalami fluktuasi hormonal yang ekstrem.
Hal ini tentu bisa memengaruhi kondisi mental Bunda sehingga membutuhkan waktu untuk kembali seperti semula. Pada kondisi baby blues, sangat dibutuhkan peran orang-orang terdekat dan juga keluarga. Peran mereka bisa dikatakan sebagai support system bagi Bunda setelah melahirkan sang buah hati.
Bunda bisa membagikan cerita, masalah, keluh kesah yang dialami setelah masa melahirkan kepada sahabat atau orang dekat yang Bunda percayai.
Gejala Baby Blues
Baby blues akan membuat Bunda merasa sedih dan tidak nyaman, tetapi hal itu seharusnya tidak terlalu memengaruhi kualitas hidup Bunda.
Meski demikian, Bunda perlu ketahui bahwa kondisi bukanlah hal yang bisa datang dan pergi dengan mudah. Jadi, jangan heran ketika gejala yang dialami bisa dirasakan lebih lama.
Mengenai kondisi ini, American Psychological Association menyebutkan, bahwa sekitar setengah dari wanita yang didiagnosis PPD mungkin sudah mulai mengalami gejalanya selama kehamilan.
Depresi postpartum memengaruhi sekitar 10-15% ibu. Seorang ibu dengan kondisi ini mungkin merasa sedih, tidak berharga, atau bersalah. Dia mungkin tidak dapat berkonsentrasi atau tertarik pada apa pun, bahkan bayinya sendiri.
Melansir Harvard Health, depresi postpartum ini juga bisa dialami oleh pria. Diperkirakan bahwa sebanyak 10% ayah mengalami depresi pospartum dalam tahun pertama setelah kelahiran sang anak. Gejala dari kondisi depresi postpartum ini termasuk:
  • Suasana hati tertekan
  • Menangis
  • Kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari
  • Perasaan bersalah atau tidak berharga
  • Kelelahan, energi berkurang
  • Masalah tidur
  • Nafsu makan berubah
  • Tidak mampu berkonsentrasi
  • Ada pikiran bunuh diri
Nah, usai mengetahui baby blues lebih dalam yuk kita pelajari baby blues dalam Islam.
Baby Blues Dalam Islam Sendiri Ternyata Tertulis Dalam Al Quran.
Al Quran sendiri mengaku bahwa menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Terdapat beban berat yang ada di pundak ibu usai melahirkan buah hatinya.
Beratnya tugas yang diemban oleh orang tua sehingga sang buah hati diperintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.
Perintah itu pun tertulis dal QS. Lukman ayat 14 yang berbunyi:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Lukman: 14)
Menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah, ayat itu menunjukkan penghormatan dan kebaktian kepada oornag tua menempati posisi kedua setelah pengagungan pada Allah SWT.
Ayat ini mengandung pesan pada semua manusia untuk memperlakukan orang tuanya dengan baik. Ibu sudah mengandung dalam keadaan kelembahan yang berganda dan bertambah. Lalu Bunda pun sudah melahirkan dengan susah payah.
Tak hanya itu, ibu pun merawat anak dan menyusuinya setiap saat. Bahkan ketika anaknya tertidur pulas pun ibu harus tetap menjaganya.
Cara Mengatasi Baby Blues dalam Islam
Ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi baby blues dalam Islam. Ini dia!
  1. Mendekatkan diri pada Allah Ta’ala
Dilansir dari jurnal berjudul Syndrom Baby Blues: Kesan dan Penanganan dalam Al Quran, cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mendekatkan diri pada Allah SWT.
Dalam QS. Thaha ayat 130 dikatakan mendekatkan diri kepada Allah juga dapat membuat manusia menjadi lebih sabar karena yakin bahwa segala kesulitan merupakan ujian dan kehendak-Nya.
  1. Meminta Dukungan Suami
Selain mendekatkan diri pada Allah SWT, seorang istri juga memerlukan dukungan suami untuk melewati situasi baby blues. Suami juga diharapkan bisa berlaku adil dan bisa membahagiakan sang istri yang sedang mengalami baby blues.
  1. Dukungan Keluarga Terdekat
Bukan hanya suami, dukungan keluarga terdekat pun bisa membantu seseorang keluar dari kondisi baby blues. Dukungan dari orang tua, mertua, dan saudara bisa membantu pemulihan kondisi Bunda yang sedang mengalami baby blues.
  1. Melakukan Relaksasi
Untuk menenangkan diri sendiri, Bunda yang memiliki kondisi baby blues bisa melakukan relaksasi. Relaksasi yang bisa dilakukan antara lain:
  • Solat
  • Membaca dan menghayati makna Al Quran
  • Bercerita dan berkumpul dengan orang yang positif
  • Memaafkan diri sendiri
  • Bertawakal kepada Allah SWT
Nah itu dia Bunda penjelasan mengenai baby blues dalam Islam beserta pengertian, gejala dan cara menyembuhkannya. [ ]

 

Sumber: orami.co.id

5

Redaksi: admin

823

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini