Momen Maulid, Ini Cara Meneladani Sifat Rasul Yang Harus Diajarkan Pada Anak

0
346
PARENTINGISLAM.ID – – Setiap bulan Rabiul Awal khususnya tanggal 12 ummat Islam selalu mengenang bahkan Sebagian ada yang memperingatinya yakni kelahiran Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Nabi Muhammad Saw lahir untuk membawa rahmat bagi seluruh alam.
Disebagian masyarakat bulan Rabiul Awal lebih akrab disebut bulan “maulid”, yang mana pada bulan ini orang-orang yang melakukan tradisi maulidan untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad Saw. Momentum pada bulan maulid ini bisa kita jadikan semangat dalam mengajarkan kepada anak dalam meneladani akhlak Nabi Muhammad saw yang sangat terpuji ini, bahkan bagi umat muslim dituntut untuk menjadikan beliau sebagai idola dan teladan.
Lalu apa saja teladan yang dapat kita ambil dari Rasulullah? Tentu saja banyak bahkan sepanjang hari kehidupan Rasulullah adalah teladan terbaik. Dari ucapan, ibadah, mendidik anak, bergaul dengan istri-istrinya, bersama sahabat-sahabatnya, sifat mulia Rasulullah dan sebagainya adalah teladan semuanya.
Setidak ada sifat-sifat mulia Rasulullah Saw yang dapat ayah bunda sampaikan dan ajarkan pada Ananda. Apa saja? Berikut ini sifat wajib Rasulullah Saw:
  1. As-Shidiq
Sifat wajib bagi rasul yang pertama adalah As-Shidiq, yang artinya selalu benar dan jujur. Sifat ini pasti dimiliki oleh rasul, sebab tidak ada seorang pun rasul yang berbohong kepada orang lain. Salah satunya saat sifat ini begitu melekat pada Nabi Muhammad SAW.
Kejujuran beliau tidak terkenal hanya di kalangan para sahabat, tapi juga para musuh pun mengakui hal tersebut. Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ali RA , bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Rasulullah SAW:
“Kami tidak menganggap engkau dusta, tapi menganggap dusta ajaran yang engkau bawa.”
Selain itu, kejujuran juga dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS kepada bapaknya. Apa yang disembah oleh bapaknya adalah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat dan malah mendatangkan mudarat. Maka Nabi Ibrahim berusaha mengajak bapaknya untuk meninggalkan hal tersebut.
Peristiwa tersebut diabadikan di dalam Alquran: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (Alquran), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan seorang nabi.” (QS Maryam: 41).
  1. Al-Amanah
Al-Amanah merupakan sifat wajib bagi rasul lainnya. Memiliki arti dapat dipercaya, sifat ini begitu melekat pada para rasul. Setiap perkataan maupun perbuatan yang ditunjukkan oleh rasul sudah pasti dapat dipercayai.
Rasulullah tidak mungkin ingkar terhadap perbuatan atau ucapannya, karena tidak ada satupun perbuatannya yang terlepas dari maksud Allah SWT. Contohnya saat kaum Nabi Nuh AS mendustakan apa yang sudah dibawa dari Allah SWT.
Kemudian Allah SWT menegaskan bahwa Nuh AS merupakan orang yang terpercaya atau amanah. “Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (QS Asy-Syu’ara: 106- 107).
  1. At-Tabligh
At-Tabligh artinya adalah menyampaikan. Tidak pernah sekalipun Rasulullah menyimpan wahyu dari Allah untuk dirinya atau hanya untuk keluarganya sendiri. Setiap wahyu yang disampaikan kepadanya akan disampaikan kembali kepada umat manusia.
Sebab menyampaikan wahyu dari Allah kepada umat manusia merupakan tugas seorang rasul. Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib ditanya mengenai wahyu yang tidak ada di dalam Alquran. Ali menegaskan: “Demi Zat yang membelah biji dan melepas napas, tiada yang disembunyikan kecuali pemahaman seseorang terhadap Al Quran.”
Hal tersebut juga dijelaskan dalam Alquran: “Wahai rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS Al-Maidah: 67).
  1. Al-Fathonah
Al-Fathonah berarti memiliki kecerdasan yang tinggi. Ini merupakan sifat wajib bagi rasul yang mutlak adanya. Sebab, kecerdasan tersebut dibutuhkan karena berkaitan dengan misi suci yang telah diamanahkan oleh Allah SWT.
Selain itu, karena ujian dan tugas yang diberikan kepada rasul sangat berat, tentunya hal ini memerlukan kecerdasan untuk menyelesaikan masalah secara cepat. Rasul juga berperan sebagai tokoh Islam, pemimpin, panglima perang, pebisnis, politisi, dan sebagainya semasa hidupnya.
Nabi dan rasul diberi kecerdasan oleh Allah SWT agar mampu merangkul hingga memerangi kaum yang menolak keberadaan Allah SWT dan tidak berada di jalan-Nya, dan mengajaknya untuk berada di jalan yang benar dan diridhoi oleh Allah SWT.
Ada alasan tertentu mengapa terdapat sifat wajib bagi Rasul. Salah satunya agar sifat-sifat tersebut dapat menjadi teladan yang bisa dicontoh oleh kaum muslimin, baik dalam segi akhlak maupun dalam hal perbuatan.
Misalnya, keteguhan iman dari para nabi dan rasul yang patut dicontoh karena dapat menghadapi kaum kafir dan juga segala cobaan yang menghadang. Kegigihan para rasul juga bisa dicontoh, agar kaum muslimin dapat beribadah dengan baik sambil terus mendakwahkan Islam sekecil apapun bentuknya. Selain itu, ada beberapa cara untuk meneladani sifat wajib bagi rasul, misalnya:
– Menjadikan kisah rasul sebagai ibrah atau pelajaran yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,
– Menguatkan iman yang ada pada dalam diri,
– Meneladani sifat-sifat yang dimiliki oleh para rasul,
– Selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari,
– Menjadi penguat dalam menegakkan dan mendakwahkan agama Islam,
– Percaya bahwa pertolongan Allah SWT ada di setiap amal yang dilakukan,
– Melahirkan kecintaan kepada rasul atas pengorbanannya menegakan agama Islam,
– Memunculkan rasa takut dari apa yang udah dialami orang yang ingkar kepada Allah SWT,
– Sadar bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Setelah mengetahui sifat wajb bagi rasul, ada baiknya untuk mencontohnya dalam kehidupan sehari-hari agar mendapatkan pahala dan juga hidup dalam keberkahan. Semoga bermanfaat. [ ]

5

Redaksi: admin

902