3 Kecerdasan Yang Wajib Dimiliki Seorang Ibu

0
38

PARENTINGISLAM.ID – – Kecerdasan bukan sebatas akumulasi ilmu, kemampuan berkarya cipta, dan mengembangkan semata. Tetapi lebih daripada itu, agar Ia dapat terus memperbaiki dirinya sendiri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Orang cerdas adalah yang mau mengoreksi dirinya dan berbuat untuk (kehidupan) setelah kematian.” (H.R. Tirmidzi).

 

Demikian juga seorang ibu pun perlu memiliki kecerdasan baik dalam mengelola rumah tangga maupun dalam mendidik dan membesarkan putra putrinya. Sebab dengan memiliki kecerdasan seorang ibu dalam mendidik dan mengasuh buah hatinya bukan hanya sekedar insting pengasuhan sebelumnya maupun mitos dalam mendidik anak.

 

Seorang ibu yang memiliki kecerdasan maka ia ketika mendidik dan mengasuh putra putrinya akan menggunakan pengetahuan dan perpaduan pengalaman yang ilmiah. Sebab, perkembangan zaman telah berubah maka pola asuh anak pun akan mengalami penyesuaian.

 

Lalu kecerdasan apa saja yang wajib dimiliki seorang ibu di zaman modern seperti sekarang ini? Dirangkum dari berbagai sumber, setidaknya Bunda perlu memliki 3 kecerdasan ini dalam membersamai putra putrinya;

 

  1. Kecerdasan Intelektual

 

Kehidupan dan zaman berbeda yang dialami orangtua dan anak menuntut orangtua untuk beradaptasi dengan keadaan atau zaman kekinian. Sebab, dalam mendidik dan membesarkan anak orangtua khususnya ibu dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan yang memadai.

 

Kecerdasan ibu tersebut bukan hanya terkait dengan dunia kepengasuhan anak saja melainkan segala hal tentang dunia anak. Misalnya pengetahuan tumbuh kembang anak, gizi anak, Kesehatan anak dan sebagainya.

 

Selain itu dalam sebuah penelitian modern juga menyebutkan bahwa ibu yang cerdas berpeluang besar melahirkan anak yang cerdas pula.

 

Kita tahu bahwa kecerdasan memiliki komponen turun-temurun, tetapi tergantung pada ayah maupun ibu. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak lebih cenderung mewarisi kecerdasan dari ibu, karena gen kecerdasan berada pada kromosom X.

 

Salah satu studi pertama di bidang ini dilakukan pada tahun 1984 di Universitas Cambridge, diikuti oleh banyak penelitian lainnya selama bertahun-tahun. Dalam studi ini, koevolusi otak dan pengkondisian genom dianalisis, yang mengarah pada kesimpulan bahwa gen ibu berkontribusi paling besar terhadap perkembangan pusat-pusat pemikiran di otak.

 

Gen ibu mengembangkan kepala dan otak yang lebih besar, tetapi memiliki tubuh yang kecil. Sebaliknya, mereka yang memiliki dosis gen paternal ekstra memiliki otak kecil dan tubuh yang lebih besar.

 

  1. Kecerdasan Spiritual

 

Kecerdasan spiritual disebut juga dengan istilah SQ (Spiritual Quotient). Berdampingan dengan antara lain IQ dan juga EQ, SQ merupakan kecerdasan jiwa yang ada dalam diri seseorang. Melalui kecerdasan spiritual, seseorang bisa mengembangkan dirinya. Salah satunya dengan menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk ia jalani, dalam mewujudkan cita-citanya.

 

Seorang ibu perlu memliki kecerdasan spiritual dalam mendidik dan membesarkan buah hatinya. Sebagai seorang muslim maka pastinya anak yang sholeh sholehah bukan hanya karena peran orangtuanya tetapi pastinya adalah “peran” Allah Ta’ala dalam proses pendidikan.

 

Kecerdasan spiritual seorang ibu juga terkait dengan pola Pendidikan dan pengasuhan secara rohaniah kepada anak-anaknya. Juga terkait dengan pola spiritualitas yang didasarkan atas pengamalan keagamaan yang dianut atau diyakini yakni ajaran Islam.

 

 

  1. Kecerdasan Emosional

 

Sebagai orangtua, Anda sudah biasa mendengar kalimat orang lain tentang anak Anda, seperti “Matanya mirip mata bundanya,” atau “Rambutnya tebal seperti ayahnya.” Namun, bagaimana dengan kecerdasan emosional (EQ)?

 

Sejauh ini Anda hanya bisa menebaknya. Anda mungkin tak berpikir kecerdasan emosional orang tua dapat diwariskan ke anak. Studi baru dalam Journal of Adolescence membuktikan ini diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Sekelompok peneliti mengambil sampel 152 keluarga yang  hidup bersama dengan anak-anak berusia 16-17 tahun. Ini berarti, jika Anda berharap membesarkan anak-anak dengan kecerdasan emosional baik, Anda harus fokus dulu pada kecerdasan emosional sendiri. Kecerdasan emosional adalah kombinasi genetik dan lingkungan. Selalu ada pengaruh orang tua membentuk kemampuan emosional anak.

 

Akar kecerdasan emosional adalah kesadaran diri, atau mindfulness. Sebagai manusia, masing-masing kita memiliki kemampuan bawaan untuk menjadi cerdas secara EQ.

 

Pola pengasuhan orang tua harus menunjukkan welas asih, sembari menyadari dan mengendalikan perilaku sendiri saat membesarkan anak. Ini berarti Anda harus mulai berbicara ramah pada diri sendiri, memaafkan kesalahan sendiri, sehingga ini tidak hanya menguntungkan Anda, namun juga perilaku anak. Anak belajar melihat orang tuanya dalam jangka panjang.

 

Orang tua bisa melatih anak-anaknya untuk menumbuhkan kesadaran diri lebih luas. Dia merekomendasikan permainan di mana setiap anggota keluarga bisa mengekspresikan berbagai emosi. [ ]

5

Redaksi: admin

890

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini