Waspadai Batu Ginjal Pada Anak-Anak, Ini Gejala dan Penanganannya.

0
53

Oleh: Eddy Fadlyana, dr., SpAK., M Kes*

 

PARENTINGISLAM.ID – – Bagi sebagian orangtua mungkin akan terkejut dan tidak percaya jika anaknya yang buang air kecil (BAK) merasa kesakitan divonis terkena batu ginjal. Hal ini karena kurangnya pengetahuan bahwa penyakit batu ginjal bisa terjadi pada anak-anak. Umumnya penyakit ini terjadi pada orang dewasa atau malah mendekati tua sehingga akan terasa aneh jika terjadi pada anak-anak.
Batu ginjal sendiri merupakan proses pengkristalan material di dalam urin (air kemih). Batu-batu ini bisa terbentuk di ginjal atau di bagian lain saluran kemih. Sebagaimana diketahui fungsi ginjal adalah membuang zat yang tidak diperlukan (sampah) dari dalam tubuh dalam bentuk cairan kemudian keluar berupa urin. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan kadar air dan garam dalam darah. Ada beberapa jenis batu ginjal. Jenis yang paling umum biasanya terbentuk dari kalsium, bersama dengan oksalat atau fosfat.

 

Jenis batu ginjal lainnya terbentuk dari asam urat, struvite, dan/atau sistin.
Sementara itu ada beberapa hal yang perlu diketahui orangtua faktor yang bisa menjadi penyebab munculnya batu ginjal pada anak-anak seperti,kadar oksalat,kadar kalsim dan kadar asam urat dalam urin tinggi. Adanya bakteri dalam tubuh khususnya didaerah pencernaan juga diyakini dapat memicu munculnya batu ginjal. Selain itu adanya kelainan mekanisme tubuh dalam mengelola sistin atau adanya benda asing di saluran kemih, seperti stent atau kateter juga menjadi pemicu adanya batu ginjal pada anak.
Faktor risiko munculnya batu ginjal pada anak.
Kiraya para orangtua perlu memperhatikan pola makan maupun jajanan yang kerap dikonsumsi anak-anaknya. Faktor-faktor dibawah ini diyakini dapat meningkatkan risiko anak terkena batu ginjal:
  • Dehidrasi – tidak mengonsumsi cukup cairan.
Anak-anak ketika asyik bermain dengan teman-temannya atau pun bermain game dirumah terkadang lupa dalam beberapa jam lamanya tidak minum. Hal ini dapat dicegak dengan cara orangtua selalu mengingatkan saat ia asyik bermain. Selain itu ada baiknya saat ia bermain di luar rumah sang anak diminta untuk membawa bekal air minum dalam botol.
  • Mengonsumsi makanan tinggi garam.
Orangtua perlu memperhatikan jajanan anak-anak yang dijual bebas dengan kadar garam yang tinggi. Biasanya jajanan yang dijual bebas di warung atau para pedagang asongan mempunyai rasa yang gurih dengan tambahan perasa maupun garam yang tidak sesuai dengan kebutuhan garam anak-anak. Hal ini dapat dicegah dengan cara sang anak diberi bekal makanan dari rumah yang dibuatkan sang bunda. Selain sehat,bekal makanan dari rumah akan menghemat uang jajan.
  • Kandungan mineral pada air minum anak.
Ini sama dengan diatas dimana saat ini banyak minuman dalam kemasan (gelas,platik dan sebagainya) yang dijual diwarung atau supermarket sekalipun belumlah bisa dianggap aman. Anak-anak biasanya hanya suka rasanya,sementara komposisi atau kandungannya tidak sehat.
  • Anggota keluarga lain ada yang terkena batu ginjal (genetik).
Jika ada anggota keluarga yang mempunyai batu ginjal sebelumnya maka orangtua perlu mewaspadai akan terjadi pada anak-anak yang masih dalam lingkup keluarga besar.
  • Sebelumnya pernah terkena batu ginjal.
Anak yang pernah mengalami batu ginjal maka perlu penanganan intensif pasca pengobatan atau operasi. Bisa jadi pengobatannya belum atau tidak tuntas sehingga bisa memunculkan kambuhan.
Bagi sebagian orangtua akan merasa berhasil mengasuh dan membesarkan buah hatinya jika anak-anaknya terlihat gendut dan menggemaskan. Namun perlu diwaspadai jika anak mengalami kelebihan berat badan yang tidak proporsional dengan tinggi badan dan usianya. Keadaan anak yang mengalami obesitas beresiko dapat terkena batu ginjal.
  • Kondisi medis, seperti: infeksi saluran kemih dan kondisi metabolik.
Ada sebagian anak yang sudah mempunyai masalah sejak bayi seperti susah BAK atau kondisi metabolisme dalam tubuhnya yang tidak berjalan sesuai fungsinya. Jika anak mempunyai riwayat yang demikian maka orangtua perlu menanganinya secara tuntas sehingga tidak sampai berlanjut pada batu ginja saat ia menuju remaja (dari bayi ke masa anak-anak dan menuju masa remaja).
  • Minim aktivitas fisik.
Ada sebagian anak yang mempunyai sifat malu secara berlebihan pada orang lain. Kondisi ini akan membuat anak malu dan minim bermain dengan temannya di luar rumah. Orangtua perlu mengajak anak-anak untuk berolahraga meski hanya berjalan-jalan di lapangan atau taman kota. Jika anak malas beraktivitas maka orangtua perlu segera mencari tahu sebabnya,apakah dia sakit, malu,atau ada hal lain berkenaan dengan teman-temannya. Sebaiknya orangtua segera berkonsultasi ke dokter atau psikolog jika mendapati anaknya malas beraktivitas.
Waspadai Gejalanya
Tidak semua penyakit mempunyai tanda atau gejala yang mudah dilihat dideteksi baik si sakit maupun orang terdekatnya (keluarga). Demikian juga dengan batu ginjal ini, pada sebagian anak yang telah menderita batu ginjal terkadang tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun demikian orangtua perlu hati-hati jika mendapati anaknya seperti:
  • Sakit hebat di sisi atau pertengahan tubuh atau punggung bawah yang terjadi secara tiba-tiba.
Jika anak mengalami hal demikian secara tiba-tiba maka orangtua perlu segara menanyakan kepadanya secara pelan dan jangan panik. Kepanikan dan sedikit sikap marah orangtua akan membuat sang anak merasa takut untuk bercerita dan menyembunyikan sakitnya.
  • Nyeri di sekitar perut atau selangkangan.
Demikian juga dengan gejala ini. Jika anak mengalaminya maka perlu ditanyakan,apakah sakitnya karena jatuh,terkena benda tumpul atau sebab lain. Jika ia menjawab tidak terkena apa –apa atau mendadak sakit maka orangtua ada baiknya segera memeriksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab sakitnya.
  • Mual atau muntah.
Mual atau muntah bisa disebabkan karena lambung yang tidak mau menerima makanan atau bisa jika karena masuk angin atau karena batuk. Namun jika tiba-tiba anak merasa mual dan muntah tanpa sebab sakit maka orangtua segera mencari penyebabnya,bisa jadi ini adalah gejala awal anak terkena batu ginjal.
  • Terdapat darah dalam urin.
Demikian juga dengan kondisi ini. Ada baiknya orangtua perlu mengantar dan memperhatikan saat anak buang air kecil dikamar mandi. Meski darah dalam air kencing tersebut sedikit maka orangtua tetap waspadai dan segera konsultasi ke dokter.
  • Rasa panas/terbakar saat buang air kecil.
Biasanya anak akan menangis hebat saat batu ginjal telah membesar sehingga akan menyulitkan saat ia buang air kecil. Jika ini sudah ia rasakan maka orangtua jangan tunggu lagi dan sebaiknya membawanya ke dokter untuk mendapat diagnosa lebih akurat dan penanganan sedini mungkin.
Saat anak hendak terkena flu atau kelelahan usai berolahraga atau bermain maka pada malam harinya ada sebagian anak yang mengalami demam. Namun jika demam tersebut berkelanjutan dan bukan karena flu atau sakit lainnya maka orangtua segara memeriksakan ke dokter. Hal ini untuk mendeteksi apakah demamnya tersebut karena gejala batu ginjal dalam kandung kemihnya.
  • Infeksi saluran kemih yang berulang kali terjadi.
Infeksi saluran kemih salah satu potensi terjadinya batu ginjal pada anak. Untuk itu jika anak ada riwayat pernah terkena infeksi saluran kemih maka orangtua perlu segera waspada. Penangan dan pengobatan secara tuntas akan memperkecil resiko anak terkena batu ginjal. []

 

*Penulis adalah konsultan tumbuh kembang anak dan penulis buku.

5

Redaksi: admin

823

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini