Anak Bisa Jadi “Yatim” Lho Meski Ayah Masih Ada, Ini Dampaknya

0
72
PARENTINGISLAM.ID – – Kita paham bahwa anak dianggap yatim jika ia tidak lagi mempunyai ayah disebabkan karena meninggal dunia. Namun tahukah Ayah Bunda jika anak-anak pun bisa menjadi “yatim” meski ayahnya masih hidup? Hal ini disebabkan sang ayah tak pernah hadir dalam kesaharian anak baik fisik maupun psikisnya.
Inilah salah satu dosa besar orangtua khususnya para ayah. Lalu apa saja dampak jika anak khususnya balita yang tidak merasakan hadirnya sosok ayah padahal masih hidup? Ini yang perlu diperhatikan para ayah:
1.Bayi Yang Tak Mendapat Perhatian Ayah 4 X Beresiko Lebih Rentan
Menurut hasil penelitian dari University of South Florida (USA) menyebutkan bahwa bayi yang selama dalam kandungan ibunya tidak mendapat perhatian sang ayah mempunyai resiko lebih berpotensi meninggal dunia di tahun pertamanya. Hal ini berbading terbalik dengan bayi yang mendapat perhatian sang ayah selama kehamilan.
2.Dapat Membuat Anak Memiliki Problema Psikologis, Prestasi Rendah dan Melakukan Agresi Terhadap Orangtua
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Kalter dan Rembar dari Children’s Psychiatric Hospital, University of Michigan (USA) memperoleh data dari 144 sampel anak dan remaja awal yang orantuanya bercerai ditemukan tiga masalah utama.
Studi tersebut juga menemukan sebanyak 63% anak mengalami gangguan psikologis, seperti gelisah, sedih, fobia hingga depresi. Kemudian 56% anak mengalami ketidakmampuan dan prestasi rendah dibanding masa sebelum orangtuanya bercerai. Sebanyak 43% anak melakuan agresi atau melawan orangtuanya.
3.Membuat Anak Laki-laki Tersesat Figuritas
Banyak anak khususnya yang laki-laki tidak lagi mempunyai sosok idola seorang ayah ketika orangtuanya bercerai. Ketika dewasa anak laki-laki tersebut tidak mempunyai gambaran yang utuh tentang peran seorang laki-laki bahkan ia mengalami kebingungan peran sebagai suami ketika ia menikah.
Beberapa anak laki-laki yang dibesarkan tanpa kehadiran ayah,maka ia akan mencari figur laki-laki lain diluar rumah untuk dijadikan sosok idola seorang ayah. Jika sosok tersebut seorang laki-laki yang baik maka berdampak baik bagi perkembangan psikologisnya. Namun jika sosok laki-laki yang diidolakan tersebut berkarakter dan berperilaku buruk maka otomatis sang anakpun terpengaruh.
4.Dapat Membuat Anak Laki-laki Kurang Mandiri
Saat “ayah tidak hadir dalam keluarga” maka anak laki-laki akan berusaha mencari tahu kenapa ayah tidak hadir?. Ketika remaja pun sang anak akan merasa kehilangan sosok ayah yang sejatinya masih ada. Begitupun Ketika dewasa, sang anak pun menjadi ketergantungan kepada orang lain khususnya anggota keluarganya seperti kepada ibunya atau bahkan adiknya.
Padahal anak laki-laki adalah sosok yang serba bisa, kuat fisik dan mampun mengerjakan dengan sendiri. Namun jika sosok ayah tidak pernah hadir dalam hidupnya maka anak laki-laki menjadi lemah berkreasi dan minim berimprovisasi. Anak laki-laki yang tidak mandiri sejak kecil maka akan berpengaruh besar ketika ia menjadi sosok suami dan sosok ayah Ketika ia menikah.
Demikian beberapa dampak bagi anak-anak Ketika “ditinggal “ sang ayah pada sang ayah masih ada. Untuk itu wahai ayah, hadirlah dalam keseharian anak meski tidak dalam waktu yang lama. Jika ayah bekerja diluar kota yang tidak bisa setiap hari bertemu anak maka masih ada sarana komunikasi yang bisa menjalin kedekatan ayah dan anak. [ ]

5

Redaksi: admin

803

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini