Adab Mendidik Anak Dalam Islam, Hindari Melakukan Kekerasan

0
81

PARENTINGISLAM.ID – – Salah satu aspek adab Islami kepada anak-anak adalah dilarang melibatkan anak-anak dalam tindakan kekerasan. Dalam peperangan yang pasti terjadi kekerasan fisik, Islam mengatur bahwa anak-anak dilarang untuk ikut serta (diikutsertakan) dalam perang, dan menjadi korban perang.

Ketika Perang Uhud, Ibnu Umar dibawa ke hadapan Rasulullah ﷺ , dan saat itu dia berumur empat belas tahun, beliau ﷺ  tidak mengizinkannya untuk ikut serta dalam peperangan. Kemudian dia dibawa lagi ke hadapan beliau ﷺ pada Perang Khandaq, dan pada saat itu dia berumur lima belas tahun, beliau ﷺ pun mengizinkannya ikut serta dalam peperangan. (HR. Bukhari dan Muslim).

Terkait hal ini ada satu kisah lain yang disebutkan dalam hadits riwayat Ibn Jarir. Al-Aswad ibn Sari’ dari Bani Sa’ad, yang mengikuti empat peperangan bersama Nabi ﷺ, menuturkan kisah ini.

Dalam suatu peperangan, sebagian pasukan Islam membunuh anak-anak, setelah membunuh pasukan musuh. Ketika berita itu didengar Rasulullah ﷺ, beliau sangat marah.

“Kenapa mereka membunuh anak-anak?” tanya Nabi ﷺ  dengan nada keras. Seorang dari mereka menjawab, “Ya Rasulullah, bukankah mereka itu anak-anak kaum musyrik?”

“Yang terbaik di antara kalian pun juga anak-anak kaum musyrik. Ketahuilah bahwa tidaklah seorang pun dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah. Dia akan tetap dalam fitrahnya itu sampai lisannya sendiri mengubahnya. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi dan Nasrani,” jelas Rasulullah ﷺ .

Islam melarang membunuh anak tidak terbatas dalam peperangan saja, tapi juga termasuk dalam dua hal ini: Pertama, “hanya” karena faktor ekonomi. Dan kedua, “hanya” karena malu memiliki anak perempuan apapun alasannya. Membunuh anak termasuk perbuatan dosa besar. (QS. Al-Israa [17]: 31, An-Nahl [16]: 58-59).

Lebih dari itu, Allah Swt menyandingkan larangan membunuh anak-anak karena faktor ekonomi dengan larangan perbuatan syirik kepada Allah Swt. (QS. Al-An’aam [7]: 151). Nabi kita pun meyatakan demikian. Beliau bersabda bahwa membunuh anak karena alasan ekonomi merupakan dosa yang paling besar setelah kemusyrikan. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sumber: hidayatullah.com

5

Redaksi: admin

890

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini