Hamil di Luar Kandungan Apakah Bisa Dipertahankan? Begini Penjelasan Medisnya

0
97
Kehamilan bisa diketahui lewat USG ( ilustrasi foto: freepik)

PARENTINGISLAM.ID – – Allah Swt. sudah mendesain suatu tempat khusus yang  diperuntukkan bagi terjadinya kehamilan, yaitu rahim.  Rahim merupakan suatu bangunan yang mempunyai  struktur tiga lapis. Lapisan yang paling dalam disebut  lapisan endometrium berupa sistem suspensi yang dapat  mencegah trauma serta memberi makanan pada janin  yang akan datang.

Bayangkan, mudigah atau janin yang  terdiri atas 32 sel atau lebih, jatuh ke dalam rahim  dari saluran telur. Janin yang tak tampak oleh mata  tersebut jatuh ke rongga rahim yang dalamnya sekitar  4 cm.

Ini bisa diidentikkan dengan kita jatuh dari  ketinggian ratusan kali ukuran tubuh kita. Tubuh kita  tentunya akan hancur. Akan tetapi, janin yang jatuh  dari ketinggian ribuan kali ukurannya, sehat-sehat saja.

Selain karena sangat ringan sehingga jatuhnya melayang,  janin pun mendarat di endometrium (dinding rahim)  yang dipersiapkan secara khusus untuk menerimanya.  Endometrium tempat jatuhnya janin tersebut tebal,  empuk, dan penuh dengan makanan sehingga ketika  jatuh, janin tidak akan cedera dan dapat terus  berkembang.

Lapisan tengah yang paling tebal adalah lapisan otot.  Lapisan ini dibuat dengan suatu bentuk khas pada rahim.  Bentuknya seperti angka delapan dan memiliki suatu  kemampuan peregangan yang luar biasa. Bayangkan,  lima janin sekaligus dapat ditampung dalam rahim ini.

Lapisan yang paling luar adalah lapisan serosa yang  berfungsi melindungi rahim terhadap perlengketan[1]perlengketan. Selain itu, Allah swt. telah membuat  suatu sistem pertahanan khusus untuk rongga perut.

Kehamilan perlu dipersiapkan bersama

Rongga perut didesain sedemikian rupa sehingga steril,  bersih dari segala kuman atau kotoran masuk yang dapat  menyebabkan penyakit yang pada akhirnya menyebabkan  kematian. Bagaimana Allah swt. menciptakan sistem pertahanan  ini? Tidak lain adalah dengan menciptakan sistem yang  disebut peritoneum.

Peritoneum adalah suatu lapisan  sel yang melapisi semua organ-organ dalam. Dinding[1]dinding rongga perut serta semua organ yang ada  dalam perut ditutup oleh suatu lapisan yang disebut  peritoneum.

Ada yang disebut dengan peritoneum  parietale, yaitu peritoneum yang melapisi dinding  rongga dan peritoneum viseral yaitu peritoneum  yang melapisi semua organ yang ada di dalam rongga  perut. Peritoneum parietale dan peritoneum viseral ini  merupakan satu konstruksi.

Tujuan dari sistem pengamanan peritoneum adalah untuk  melokalisasi sesuatu yang abnormal dalam rongga perut.  Peritoneum akan menempel dan menutup sehingga  kuman yang masuk dikurung dan tidak bisa meluas.

Itulah struktur rahim yang didesain sebagai tempat bagi  kehamilan. Jadi, kalau kebetulan terjadi kehamilan  diluar tempat yang seharusnya, pasti akan terjadi  permasalahan yang disebut dengan hamil diluar  kandungan.

Hamil di luar kandungan bisa di mana saja,  tapi yang paling sering terjadi adalah di saluran telur.  Bila kehamilan terhambat di saluran telur dan tidak bisa  masuk ke rahim, akan terjadi kehamilan di dalam tuba  atau kehamilan di dalam saluran telur dan pasti pada  suatu waktu akan sobek.

Hal ini biasanya tidak akan  lebih dari bulan ketiga. Bila pada bulan ketiga masih  berada di dalam sel telur, saluran sel telur itu tidak  akan mampu meregang lagi untuk mengakomodasikan  pembesaran kehamilan sebelum akhirnya sobek. Proses  kehamilan banyak sekali melibatkan pembuluh darah  sehingga jika terjadi sobekan pada saluran telur, akan  menyebabkan pendarahan luar biasa di dalam perut dan  akan menyebabkan kematian apabila tidak ditangani  dengan cepat dan tepat.

Mengapa terjadi kehamilan di luar kandungan? Biasanya,  penyebab utamanya adalah sistem dari saluran telur  yang tidak sempurna. Misalnya ada perlengketan di  sejumlah tempat yang menyebabkan calon janin yang  akan bergerak ke dalam rahim itu harus berbelok-belok.

Anatomi saluran telur berbentuk seperti terompet,  membesar pada bagian indung telur kemudian mengecil  terus sampai ke lubang masuk dalam rongga rahim. Ada  dua permasalahan di sini. Di satu pihak, janin terus  membesar sesuai hitungan hari, tapi di sisi lain jalan  yang dilalui makin lama makin menyempit.

Kehamilan istri bisa mendatangkan kehabagian dalam keluarga

Akibatnya,  kalau pada hari keenam janin belum masuk ke rongga  rahim, dia akan menjadi terlalu besar untuk bisa  melewati lubang atau ostium yang menghubungkan  saluran telur dengan rongga rahim sehingga akan  terhambat dan tidak bisa masuk ke dalam rahim.

Penyebab lain adalah perlengketan pada saluran tuba  sehingga bakal janin tidak bisa bergerak. Bila janin  masuk ke saluran telur yang menyempit dan tertahan,  ia akan membesar sehingga menimbulkan robekan  pada saluran telur yang mengakibatkan perdarahan  dan disebut ruptura tuba.

Apabila tertahan di mulut fimbriae yang lebar seperti mulut terompet, ia akan tumbuh, memberat, tuba tertarik gravitasi, kehamilan terlepas, menimbulkan perdarahan yang disebut abortus tuba.

Abortus tuba ini terkadang bisa menempel dan hidup terus di dalam rongga perut. Ia menempel pada usus, omentum, peritoneum, atau jaringan lain yang banyak pembuluh darahnya untuk suplai makanan bagi kehamilan. Kehamilan ini terkadang bisa sampai cukup bulan. Pada perabaan dari luar, janin mudah diraba  karena rahim tidak membungkusnya.

Dengan alat USG,  hal ini mudah diketahui. Untuk mengatasinya dilakukan  pembedahan. Masalah yang sulit adalah pelepasan ari[1]arinya yang terkadang bisa menimbulkan perdarahan  hebat akibat pemotongan jaringan tempat ari-ari itu  melekat. [ ]

 

Sumber dikutip dari buku “KEHAMILAN YANG DIDAMBA IKHTIAR MENGGAPAI DAN MERAWAT KEHAMILAN karya Dr. Aam Amiruddin,M.Si dan dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG(K)., M.M.

5

Redaksi: admin

833

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini