Sebab Anak Batuk Berdahak, Kenali 5 Sumber Ini

0
387
ilustrasi foto: pixabay

PARENTINGISLAM.ID – – ┬áJika Moms perhatikan, kondisi cuaca belakangan ini semakin tidak menentu. Dari cuaca yang semula panas, bisa tiba-tiba hujan deras. Kondisi ini pun berlangsung sepanjang tahun. Kondisi tak menentu ini yang membuat tubuh rawan terserang penyakit, terutama batuk dan pilek.

Bagaimana bila penyakit ini menyerang Si Kecil? Salah satu masalah yang sering Moms hadapi pasti Si Kecil yang kesulitan mengeluarkan dahak saat sedang flu. Tentunya, Moms juga menjadi khawatir melihat bayi sulit mengeluarkan dahak saat batuk dan/atau pilek. Agar tidak khawatir, Moms perlu tahu cara mengeluarkan dahak pada bayi.

Penyebab Terbentuknya Dahak pada Balita. Dahak adalah lendir yang dikeluarkan tubuh manusia atas reaksi gangguan di saluran pernapasan atas.

Dahak pada bayi selain dapat mengganggu pernapasannya juga mengganggu proses menelan ASI. Bayi Moms menjadi rewel karena ia merasa tidak nyaman dan belum bisa mengeluarkan dahak tanpa bantuan Moms.

Dahak bisa disebabkan karena beberapa hal, seperti:

  1. Virus Flu dan Pilek

Batuk berdahak pada bayi paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan flu atau pilek.

Biasanya bayi akan menunjukkan gejala, seperti batuk berdahak, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, sakit otot, tidak selera makan, dan demam ringan.

  1. Menghirup Sesuatu

Si Kecil yang menghirup sesuatu, seperti asap rokok, udara kotor, bahan kimia, ataupun iritan lainnya, bisa menyebabkan batuk berdahak yang pada akhirnya mengganggu saluran pernapasan bayi hingga menimbulkan dahak yang berlebih.

Bukan hanya itu, gejala lain yang mungkin terjadi, yaitu batuk terus menerus, sesak napas, atau kulit yang pucat. Dalam beberapa kasus tertentu, penyebab dahak pada balita atau bayi pun bisa menjadi tanda dari penyakit serius.

  1. Asma

Penyakit asma memang jarang sekali terjadi pada bayi yang memiliki usia di bawah 2 tahun. Namun hal ini bisa saja terjadi jika Si Kecil memiliki riwayat keluarga yang memiliki asma.

Ketika Si Kecil terjangkit asma, penyempitan saluran pernapasan yang terjadi bisa menyebabkan berbagai macam gejala seperti batuk berdahak, pilek atau hidung tersumbat serta mata yang gatal dan berair.

Namun jika Si Kecil belum mendapatkan diagnosa asma dari dokter, kondisi tersebut juga bisa disebut sebagai penyakit saluran udara reaktif. Jika hal ini terjadi pada Si Kecil, segeralah membawanya ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Setelah mendapatkan pengobatan, Moms juga perlu memberikan perhatian lebih pada laju pernapasan bayi karena bisa saja terjadi sesak napas.

  1. Batuk Rejan

Kondisi infeksi bakteri yang membuat saluran pernapasan dan paru-paru meradang disebut batuk rejan. Batuk ini bisa menyebabkan bayi dan balita mengalami batuk yang hebat dan panjang.

Gejala bayi atau balita yang mengalami batuk rejan adalah batuk berdahak, hidung tersumbat bersin, batuk panjang hingga 20 atau 30 detik tanpa henti, demam, bahkan sampai memuntahkan dahak yang kental.

Jika Si Kecil mengalami batuk rejan, diharapkan Moms dan Dads membawanya ke dokter dengan segera. Penyakit ini sangat berbahaya bagi bayi pada usia di bawah satu tahun karena bisa menyebabkan komplikasi bahkan kematian.

  1. Bronkiolitis

Penyebab batuk berdahak lain adalah bronkiolitis. Bronkiolitis sendiri muncul usai flu biasa.

Penyakit ini pun pada umumnya terjadi ketika cuaca dingin dengan gejala demam ringan serta nafsu makan yang hilang. Kondisi ini pu patut diwaspadai.

Jika Si Kecil mengalami kesulitan bernapas, segera mungkin langsung dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain bronkiolitis, bronkitis atau yang dikenal sebagai peradangan pada tabung bronkial pun bisa menyebabkan bayi atau balita mengalami batuk berdahak. [ ]

Sumber: orami.co.id

5

Redaksi: admin

904