Memahami Makna Anak Sholeh Dalam Islam, Perhatikan Hal Ini

0
811
Hadirnya anak laki-laki dan perempuan dalam keluarga ( ilustrasi foto: pixabay )

PARENTINGISLAM.ID – – Menurut arti kata, shalih adalah adalah taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah. Sedangkan dalam buku Golden Ways Anak Sholeh, karangan Zainal Abidin bin Syamsuddin,  mendefinisikan, anak shalih adalah dambaan hati, kebanggan dan simpanan berharga bagi orang tua, tempat berkeluh kesah disaat usia senja, tempat berbagi duka dikala nestapa, dan tempat bertumpunya harapan orang tua di masa yang akan datang setelah harapan kepada Allah Ta’ala.

Hanya anak shalih-lah, sambungnya, yang akan bisa mencurahkan pikiran, tenaga, harta dan waktu untuk merawat dan menjaga orang tua selagi hayat masih dikandung badan.  Sebaliknya, tidak ada orang tua yang mengharapkan anak salah atau durhaka. Para orang tua tidak menghendaki anaknya justru menjadi musuh baginya.

“Perbedaan anak salah dan shaleh/at jelas terlihat. Anak salah tetaplah salah dalam semua aspek”

Sebagaimana dalan Al-Qur’an, At-Taghabun:14

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ مِنْ أَزْوَٰجِكُمْ وَأَوْلَٰدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَٱحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِن تَعْفُوا۟ وَتَصْفَحُوا۟ وَتَغْفِرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Hai orang-orang yang mukmin, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi mush bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (QS: at-taghabun:14).

 

Anak Shaleh Dambaan Orang Tua

Mempunyai anak shaleh, orang tua mana yang tidak ingin. Anak shalih akan senantiasa mengalirkan kebaikan kepada orang tuanya, meskipun keduanya telah tiada.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu Nabi bersabda;

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Ketika seorang manusia meninggal, maka putuslah amalannya darinya kecuali dari tiga hal, (yaitu) sedekah (amal) jariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR: Abu Hurairah).

Di akhirat kelak, derajat orang tuanya bisa terangkat berkat istighfar anaknya shalihnya. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِيْ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ أَنىَّ لِيْ هَذِهِ ؟ فَيَقُوْلُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shaleh di Surga,”Maka ia pun bertanya: “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah menjawab: “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu”. (HR. Ahmad, no. 10232).

Siapapun orang tua yang sadar dan beriman, pasti mendambakan doa buah hatinya. Dan anak yang bisa mendoakan orang tuanya hanyalah anak shalih. Sekali lagi, hanya anak shalih lah yang bisa memohon kepada Rabnya agar sekiranya Allah Ta’ala mengasihi orang orang tuanya, sebagaimana dia dikasihi orang tuanya sewaktu kecil. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Qur’an, surat Al Isra’:24 :

Dan ucapkanlah, wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagai mereka telah mendidik aku waktu kecil.”

Sebagai penghujung tulisan, perbedaan anak salah dan shaleh jelas terlihat. Anak salah tetaplah salah dalam semua aspek.

Ia yang salah, tidak akan pernah memberikan dampak kebaikan pada orang tuanya, masyarakat dan juga agamanya. Islam tidak pernah menyuruh orang tua melahirkan anak salah, keberadaannya hanya membuat tatanan kehidupan semakin buruk.

Sebaliknya anak shaleh adalah anak yang selalu menenteskan kebaikan dimanapun ia berada. Ia akan dibanggakan dan dicintai orang tuanya, masyarakatnya dan juga agamanya. Wallahu A’lam bisshowab.[ ]

Sumber: hidayatullah.com

5

Redaksi: admin

923