Mengajar Anak Shalat Sunnah, Ini Yang Bisa Dicontohkan Kepada Anak

0
471
Anak-anak harus dididik shalat sejak dini ( ilustrasi foto: pixabay)

PARENTINGISLAM.ID – – Sudah menjadi keumuman jika orangtua lebih banyak menuntut anak memenuhi kewajibannya, seperti wajib taat, wajib berbakti dan sebagainya. Namun orangtua khususnya ayah jarang yang sadar dan ingat bahwa anak juga mempunyai hak alias kewajiban orangtua yang harus dipenuhi kepada anak-anaknya.

Umar bin Khattab mengungkapkan bahwa hak anak yang harus dipenuhi ayahnya itu ada 3, yaitu memilihkan ibu yang baik, memberi nama yang baik, dan mengajarkan Al Quran.

Terkait yang terakhir tengtang mengajarkan Al Quran bahwa mengajarkan shalat adalah salah satu perintah dalam Al Quran. Itulah mengapa mengajarkan shalat pada anak harus jadi prioritas utama setiap ayah. Masalahnya, bagaimanakah cara terbaik mengajarkan shalat pada anak-anak? Tentu Rasulullah Saw yang punya jawaban dan cara terbaik.  Seperti dilansir dari mosleemfamily, berikut ini beberapa shalat yang bisa diajarkan kepada anak.

  1. Shalat Rawatib

Shalat sunah rawatib ialah shalat sunah yang dilaksanakan untuk mengiringi shalat fardu. Shalat sunah rawatib terdiri atas shalat qobliyah (sebelum salat wajib) dan bakdiyah (sesudah), juga muakkad dan ghoiru muakkad. Niat salat rawatib berbeda-beda di setiap waktu shalat. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai shalat sunnah rawatib, mulai dari waktu, jumlah rakaat hingga bacaan latin niat shalat rawatib.

Shalat sunah rawatib dikerjakan sebelum shalat wajib atau setelah shalat. Shalat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib disebut shalat qobliyah. Sedangkan shalat sunah rawatib yang dilaksanakan setelah shalat wajib disebut salat bakdiyah.

Shalat sunah rawatib diriwayatkan oleh Nabi Muhammad saw. Beliau bersabda;

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat fardu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, “Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (salat) sunah?” Jika memiliki amalan salat sunah, sempurnakan amalan salat fardu dengan amal salat sunahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardu lainnya seperti (dalam kasus salat) tadi.” (H.R. Ibnu Majah).

Jumlah Rakaat Shalat Sunah Rawatib. Jumlah rakaat shala sunah rawatib total ada 22 rakaat. Rinciannya sebagai berikut

  • Shalat sunah rawatib sebelum zuhur 4 rakaat

  • Shalat sunah rawatib setelah Zuhur 4 rakaat

  • Shalat sunah rawatib sebelum shalat Ashar 4 rakaat

  • Shalat sunah rawatib sebelum Magrib 2 rakaat

  • Shalat sunah rawatib setelah magrib 2 rakaat

  • Shalat sunah rawatib setelah Isya 2 rakaat

  • Shalat sunah rawatib sesudah Isya 2 rakaat

  • Shalat sunah rawatib sebelum Subuh 2 rakaat

  1. Shalat Tarawih

Salah satu ciri bulan Ramadhan adalah siangnya puasa dan malam mengerjakan shalat Tarawih. Shalat ini dikerjakan setelah shalat Isya. Terdapat beberapa praktik tentang jumlah raka’at dan jumlah salam pada salat Tarawih. Pada masa Nabi Muhammad salat Tarawih hanya dilakukan tiga atau empat kali saja, tanpa ada satu pun keterangan yang menyebutkan jumlah raka’atnya.

Kemudian salat Tarawih berjamaah dihentikan, karena ada kekhawatiran akan diwajibkan. Barulah pada zaman khalifah Umar bin Khattab salat Tarawih dihidupkan kembali dengan berjamaah, dengan jumlah 11 atau 20 raka’at dilanjutkan dengan 3 raka’at witir.

  1. Shalat Dhuha

Tata cara sholat dhuha sebenarnya sama seperti shalat sunnah lain pada umumnya. Perbedaan tata cara sholat dhuha dari shalat sunnah lainnya terletak pada bacaan niat, doa, dan waktunya. Umat Islam cukup akrab dengan amalan sunah sholat dhuha. Ini adalah salah satu sholat sunnah yang istimewa.

Sholat dhuha merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Penyebabnya, terdapat beberapa keutamaan dalam sholat ini.

Banyak sekali dalil dalam Hadis yang menunjukkan keutamaan dari sholat dhuha. Salah satunya merupakan sarana untuk memohon ampunan dosa.

Hadis riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah menyebutkan bahwa, ” Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

Keutamaan lain dari sholat dhuha yaitu tidak termasuk ke dalam golongan orang lalai dalam mencari rahmat Allah.

Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al Baihaqi dan An Nasai)

Sholat dhuha juga memiliki keutamaan termasuk bagian dari sedekah. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.”

Waktu mengerajakan shalat Dhuha bisa dimulai waktu Dhuha ( antara pukul.06.30 – 10.30). Jumlah rakaatnya antara 2 rakaat hingga 8 rakaat.

  1. Shalat Malam

Ibnu Abbas menceritakan masa kecilnya,

“Aku menginap di rumah bibiku, Maimunah, agar aku dapat memperhatikan bagaimana Rasulullah mengerjakan shalat. Beliau berdiri shalat. Aku datang dan berdiri di samping kiri beliau. Beliau menarikku  dan meletakkanku di samping kanan beliau”. (HR Muslim)

Cerita masa kecil Ibnu Abbas ini mengungkapkan betapa Rasulullah Saw perhatian terhadap salat anak-anak, sampai-sampai beliau memperbaiki kesalahannya. Latihan shalat malam perlu dilakukan agar saat baligh anak sudah terbiasa memohon pada Allah di waktu yang lebih dikabulkan doa-doa oleh Allah, yaitu sepertiga malam terakhir.

  1. Shalat istikharah

Pada saat Anas bin Malik masih kecil, Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam memberikan nasihat, “Wahai Anas, apabila engkau merasa bimbang tentang suatu masalah, maka mintalah pendapat (shalat istikharah) kepada Rabbmu sebanyak 7 kali. Kemudian lihat apa yang terlintas di hatimu. Sebab, di sanalah ada kebaikan.

  1. Shalat Tahiyatul Masjid

Jabir bin Samurah menceritakan masa kecilnya bersama Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam,

Aku mengerjakan salat Zuhur bersama Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam. Kemudian, beliau pulang. Aku menyusul di belakang beliau. Beliau bertemu dengan anak-anak lalu mengusap kedua  pipi mereka satu per satu. Ketika beliau mengusap kedua pipiku, aku rasakan tangan beliau dingin dan berbau harum, seakan-akan baru dikeluarkan dari botol parfum. (HR Muslim)

Lalu kapankah sebaiknya orang tua mulai mengajak anak salat di masjid? Imam Malik berpendapat,

Apabila anak sudah mengerti dan mengetahui tentang adab serta tidak main-main, maka saya rasa tidak apa-apa. Apabila masih terlalu kecil dan tidak dapat tenang serta masih suka bermain-main, maka aku tidak menganjurkannya. Selamat mempraktikkan di rumah. Dengan anak yang rajin shalat, akan ada banyak kebaikan dan ketenangan di rumah Ayah. Dan tentu Insya Allah ketenangan di akhirat kelak. [ ]

Sumber: fatherhood.id

5

Redaksi: admin

923