Belum Belajar Di Sekolah, Begini Cara Mendiskusikan Covid 19 Dengan Anak

0
128
ilustrasi foto: tribunnews

PARENTINGISLAM.ID – – Tak terasa lebih dari 11 bulan pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk di Indonesia. Selain masalah ekonomi dan kesehatan, pandemi ini juga berdampak pada dunia pendidikan baik dari TK hingga Perguruan Tinggi (PT) yang masih menerapkan system belajar online.

Lamanya belajar online tentunya membuat anak-anak menjadi cepat lelah dan bosan kerana setiap hari terpapar dengan gadget dan perangkat internet lainnya. Lalu bagaimana kalau anak-anak bertanya kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir dan pulih kembali?

“Dengan kabar yang beredar di internet dan gosip antarteman di sekolah, akan sangat mudah bagi anak-anak dan remaja untuk mendengar informasi yang keliru seputar virus corona,” kata Kepala Petugas Klinis Newport Academy, Barbara Nosal, dilansir Fox News, belum lama ini

Nosal mengimbau agar orang tua proaktif mengajarkan gaya hidup sehat kepada anak-anak dan remaja, misalnya dengan mencuci tangan secara menyeluruh dan sering, menghindari menyentuh mata atau hidung maupun mulut, tidur nyenyak, dan mengonsumsi makanan sehat.

Kala sekolah ditutup, orang tua juga diharapkan bisa mempertahankan rutinitas normal di rumah. Hal itu diyakini dapat membantu anak tetap tenang. Sebagai pelengkap, orang tua bisa menjelaskan kepada anak bahwa mereka tidak dianggap sebagai orang yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19.

“Orang tua dapat membandingkan Covid-19 dengan flu biasa, dengan mengatakan bahwa itu adalah sejenis kuman atau virus yang dapat membuat orang sakit. Yakinkan anak-anak bahwa dokter bekerja keras untuk menahan virus dan merawat mereka yang sakit,” ungkap Nosal.

Di samping itu, Nosal juga mengatakan bahwa penting untuk memperhitungkan usia anak karena anak berusia 16 tahun kemungkinan akan memiliki pertanyaan yang berbeda dari anak berusia 6 tahun. Namun, mengingatkan anak berapa pun usianya untuk tidak berbagi makanan atau minuman dengan teman sekelas tidak ada salahnya.

Nosal juga mengimbau agar orang tua tak khawatir berlebihan dan mencari informasi yang tepat soal pencegahan penularan Covid-19. Kekhawatiran mereka niscaya akan terbaca dan menular pada anaknya.

“Memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak muda sangat penting,” kata Nosal.

Namun demikian, sebagai umat Islam pandemi Covid-19 justru menjadi peluang mendulang berbagai amal utama, tidak hanya ibadah kepada Allah Swt tetapi juga kebaikan terhadap sesama manusia. Sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW tatkala pada zamannya juga pernah terjadi pandemi yang menulari banyak orang.

Berdasarkan catatan sejarah, pernah ada wabah penyakit pada masa Rasulullah dan sahabat. Meskipun bukan virus mematikan layaknya Covid-19, wabah pada masa itu juga menular dengan cepat dan menyebabkan tidak sedikit orang terkena dampaknya. Pada masa itu, salah satu wabah yang sering terjadi adalah kusta atau lepra.

Sebagai tindakan pencegahan, Rasul memerintahkan untuk tidak berdekatan dengan penderitanya maupun wilayah yang terkena wabah. Konsep karantina wilayah ini seperti diungkapkannya dalam hadits yang artinya:

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR.Bukhari)

Dalam menghadapi wabah penyakit, Nabi Muhammad SAW memberikan konsep karantina untuk menyelamatkan nyawa manusia dari ancaman kematian akibat wabah penyakit menular.

Selain itu umat Islam juga dianjurkan untuk senantiasa menjaga kesehatan, olah raga, makanan bergizi, dan tentu saja berdoa kepada Allah Swt agar wabah ini segera hilang. Tidak lupa untuk senantiasa berbuat kebajikan dan amal shalih kepada sesama manusia lewat sedekah, infaq, zakat dan kepedulian sosial lainnya. [ ]

5

Redaksi: admin

970

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini