Tips Menghadapi Suami Pelit Menurut Islam

0
571

 

PARENTINGISLAM.ID – – Meskipun mungkin kesal dengan suami yang pelit, tapi Moms tidak boleh marah-marah sembarangan dengan suami. Marah-marah hanya akan menambah masalah tanpa menyelesaikan masalah.

Untuk itu, penting bagi istri untuk mempertimbangan cara menghadapi suami pelit menurut pandangan Islam di bawah ini seperti dikutip dari dalamislam.com

  1. Memberi Nasihat

Meski suami berperan sebagai kepala keluarga, seorang istri berhak menasihati suami perihal nafkah yang harus ia dapatkan. Tentu saja, menasihati dengan cara dan komunikasi yang baik. Jelaskan pada suami tentang kewajibannya untuk menafkahi istri dan anak-anaknya.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (QS.Al-Baqarah 2: 33).

  1. Undang-undang Penelantaran dalam Rumah Tangga

Mengenai kewajiban menafkahi juga dimuat dalam Undang-undang yaitu dalam pasal 49 UU PKDRT, yang mengatakan bahwa setiap orang yang melakukan penelantaran dalam rumah tangga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun, dan denda paling banyak Rp15 juta.

  1. Mengingatkan dengan Ayat Allah tentang Rezeki

Dalam surat At-Taubah dikatakan bahwa setiap mukmin diperintahkan untuk bekerja dan pekerjaan tersebut akan dikembalikan pada Allah.

Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.'” (Q.S. At-Taubah 9: 105)

  1. Bersikap Sabar

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridoan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (Q.S. Ar-Rad 13: 22)

  1. Mendoakan Suami

Doa merupakan salah satu cara agar suami dapat terketuk pintu hatinya untuk berubah. Karena itu, mendoakan suami untuk kebaikannya perlu dilakukan bila Moms sedang mengalami hal ini.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa dibukakan pintu doa untuknya, berarti telah dibukakan pula untuknya segala pintu rahmat. Dan tidak dimohonkan kepaia Allah, yang lebih disukai-Nya selain daripada dimohonkan ‘afiyah. Doa itu memberi manfaat terhadap yang telah diturunkan dan yang belum diturunkan. Dan tak ada yang dapat menangkis ketetapan Tuhan, kecuali Doa. Sebab itu berdoa kamu sekalian.” (HR. Al-Turmudzî).

  1. Memberikan Contoh

Menunjukkan pada suami bila Moms telah mengerjakan kewajiban seorang istri terhadap suami sehingga seharusnya suami pun melakukan hal yang sama.

Allah berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Nahl 16: 125).

  1. Mengambil Sesuai Kebutuhan

Bila seorang istri mendapat perlakuan tidak adil dalam hal finansial, mereka boleh mengambil sesuai kebutuhan tanpa sepengetahuan sang suami. Hal ini dijelaskan pula melalui sebuah hadits.

Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku, Pen) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka beliau bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut”. (HR Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714).

Istri diperbolehkan mengambil keuangan suami tanpa sepengetahuannya itu harus bersifat rasyidah, memiliki akal yang matang dan dewasa, berdasarkan firman Allah:

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang berada dalam kekuasaanmu).” (An-Nisa’/4:5)

Perlu diketahui, sebelum benar-benar melakukan cara di atas untuk mengatasi suami yang pelit, harus memastikan apakah benar suami memiliki sifat yang pelit, atau sebenarnya hanya ingin menghemat pengeluaran saja.

Hal ini perlu didiskusikan dengan kepala dingin dengan suami. Semoga informasi ini bermanfaat. [ ]

4

Redaksi: admin

860