3 Kisah Ini Menjadi Teladan Kecerdasan Emosi Nabi

0
368
ilustrasi foto: freepik

PARENTINGISLAM.ID – – Rasulullah Saw tetap memberikan penghormatan kepada lawan-lawannya yang telah menunjukan penghargaan serta ketertarikan kepada dakwah yang dijalankannya. Perhormatan tersebut antara lain dengan memberikan pilihan yakni menerima risalah tauhid dengan ikhlas atau berhenti memusuhi dakwah dan perjuangan Rasulullah dalam menegakkan Islam.

Sementara penghargaan bagi musuh yang telah memeluk Islam antara lain dengan memperlakukan sebagai saudara seiman dan seakidah serta melupakan masa lalunya. Terbukti,dikememudian hari kehadiran orang-orang yang semula memusuhi dakwah Rasul justru akhirnya mendatangkan dan memberikan banyak manfaat.

Tidak sedikit dari mereka akhirnya menjadi pembela dan pendukung utama dakwah Rasulullah dengan harta bahkan jiwanya. Dengan harta dan jiwa tersebut akhirnya Islam mengalami kejayaan dan tersebar keseluruh dunia.

Ada beberapa kisah yang menunjukkan kecerdasan emosi nabi yang patut kita teladani,antara lain:

  1. Keyakinan Kepada Allah Getarkan Pedang Lawan

Ini kisah bagaimana Dat’sur yang sangat benci Islam telah menghunus pedang dihadapan Rasulullah. Dengan percya diri ia pun berkata,”Hai Muhammad,siapa yang akan melindungimu dari sambaran pedangku?”.

Dengan penuh ketenangan dan kateguhan Rasul menjawab,”Allah.” Dengan izin Allah pedang ditangan Dat’sur pun jatuh. Giliran Rasulullah yang mengambil pedang tersebut dan bertanya,” Wahai Dat’sur kini siapa yang melindungimua?”.

“Tidak ada,kecuali engkau mau mengampuniku,”jawab Dat’sur dengan gemetar dan muka pucat. Sambil mengelus pundak Dat’sur yang tengah berlutut,Rasul malah memeberikan pedang tersebut kepadanya dan meminta untuk kembali kepada kelompoknya. Sebelum pergi Dat’sur pun mengucap syahadat dan berjanji tidak akan mengumpulkan orang untuk mecelai Rasul.

2. Sabar Menghadapi Kelicikan Yahudi.

Bangsa atau kaum Yahudi sejak dulu hingga sekarang terkenal dengan kelicikan dan tipu muslihatnya. Jangan perjanjian dengan manusia,  “perjanjian” denga Allah pun sering dilanggar. Ini dapat kita baca dari sejarah dakwah Nabi Musa as dan para nabi lainnya.

Begitu pun dengan masa dakwah Rasulullah Saw dengan kaum Yahudi ini. Ragam perjanjian damai yang telah kesepakatan seringkali berakhir dengan pengkhiatan kaum Yahudi. Namun Rasul tidak kapok dan tetap menjalin kesepakatan yang pada akhirnya kemenangan ada di pihak kaum Muslimin.

3. Jaminan Keamanan sebagai Balasan Bagi Musuh.

Kisah ini juga banyak yang terjadi semasa dakwah Rasulullah namun salah satu yang mampu menggugah kekaguman adalah kisah Abu Sufyan. Kita ketahui bagaimana kebencian dan permusuhan Abu Sufyan terhadap dakwah Rasulullah baik di Makkah maupun di Madinah.

Ragam konspirasi ia rancang untuk menyingkirkan Rasullah namun tatkala Kota Makkah sudah kembali kepangkuan Ummat Islam dalam peristiwa Futu Makkah,maka dengan sangat bijaksana Rasulullah berkata, “Siapa saja yang ada di kota ini aman. Siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka dia aman.”.

Meski beberapa kali terlibat perang melawan pasukan Rasulullah ,namun sampai akhir hayatnya Abu Sufyan tidak meninggal di medan pertempuran. Ia tetap aman hingga tiga khalifah berikutnya.

Ragam kisah yang menunjukan kecerdasan emosi nabi tentu masih banyak yang patut kita teladani. Meski kita yakini bahwa kecerdasan emosi nabi merupakan bentuk bimbingan langsung dari Allah namun hal tersebut bukan tidak mungkin kita miliki karena Rasulullah telah mewariskan Al Qur’an dan Hadis yang kepada ummatnya ,dimana semasa hidupnya juga menjadi panduannya. [ ]

4

Redaksi: admin

837