Cara Menjawab Pertanyaan Anak Tentang Allah, Ini Yang Harus Diberikan

0
452

PARENTINGISLAM.ID – – Dunia anak bisa dibilang adalah dunia yang paling menakjubkan. Berbagai pemahaman pertama manusia dibentuk pada fase ini. Maka benih-benih yang baik perlu disemai dan orangtua lah yang paling bertanggungjawab untuk ini.

Dalam fasenya, anak-anak kadang melontarkan pertanyaan kritis yang susah dijawab. Mulai dari pertanyaan besar tentang hakikat Allah SWT, sampai hal-hal sederhana yang tak terpikirkan orang dewasa. Apalagi, arus informasi dari media elektronik dan televisi sekarang begitu cepat.

Misalnya pertanyaan: Allah SWT itu seperti apa? Kenapa Allah tidak kelihatan? Kenapa setan suka mengganggu manusia? Dan seterusnya. Sebagian orang tua akan memilih marah atau menyuruh anaknya berhenti menanyakan hal-hal semacam itu,karena menganggap belum waktunya ditanyakan.

Padahal, sikap itu tidak tepat. Anak tetap akan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya. Bisa jadi, sikap orang tua yang semacam itu akan membuat anak mencari jawaban ke sumber yang salah atau tidak percaya lagi pada orang tua.

Seperti disampaikan Ustazah Herlini Amran,yang dikutip dari muslimahcorner.com, ia menjelaskan, menjawab pertanyaan kritis dari anak membutuhkan wawasan keilmuan yang baik. Orang tua perlu banyak membaca, bertanya langsung pada psikolog, atau aktif mengikuti kajian keislaman yang berkaitan dengan tarbiyatul aulad (pendidikan anak).

Jika tidak tepat dalam menjawab pertanyaan anak, akan berdampak pada pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang membingungkan orang tua dan anak. Benarlah sabda Rasulullah SAW,

”Berbicaralah kepada manusia sesuai kemampuan intelektualnya; berbicaralah dengan bahasa mereka; atau posisikan manusia sesuai dengan posisi masing-masing.”

Kunci menjawab pertanyaan kritis anak-anak adalah sikap positif dan terbuka. Beri penjelasan dengan bahasa yang sederhana, tidak perlu panjang lebar yang malah membingungkan anak. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah hiwar (dialog) yang dilakukan dengan santai, tidak tegang atau marah.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar hakikat Allah SWT, orang tua harus memahami jika kemampuan intelektual anak-anak baru sampai pada tahap benda-benda konkrit. Maka, jelaskan hakikat Allah melalui ciptaan-ciptaannya yang konkrit, seperti tumbuhan, binatang, bunga, dan manusia. Berikan contoh yang mudah dipahami.

Sampaikan dengan bahasa yang baik, orang tua tidak perlu berat hati menggunakan bahasa yang jelas, seperti kemaluan atau sperma agar anak tidak tabu lagi mendengar kata-kata itu. Ke depannya, kita bisa menerangkan hal itu jauh lebih baik saat anak sudah memasuki usia baligh.

Jika orang tua belum mengetahui jawabannya, bersikaplah jujur dan jangan memberi keterangan yang salah. Orang tua bisa mengajak anak untuk bersama-sama mencari jawabannya, lewat buku, media, atau bertanya kepada ahlinya.

1. “Ayah, Bunda, Allah itu apa sih?”

Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.

 

2. “Ayah, Bunda, bentuk Allah itu seperti apa?”

Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.

Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis:

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11

 

3. “Ayah, Bunda, Allah itu ada di mana?

Nak, Allah itu bersemayam di Arasy. Allah dekat dengan kita. Allah itu selalu meliputi hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, kekuasaan Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.

Mari kita perhatikan firman Allah Swt berikut,

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas ´Arsy dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. dan dia bersama kamu di mana saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4).

4

Re: admin

739

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini