Tips Mengajarkan Anak Agar Dapat Membereskan Mainannya Sendiri

0
187

PARENTINGISLAM.ID – –  Anak memang senang bermain dengan mainan-mainannya. Namun, setelah ia bermain, kadang kala ia hanya meninggalkan mainannya berserakan di lantai. Merapikan mainan adalah salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan pada buah hati sejak usia prasekolah. Selain mengajarkan tanggung jawab, kegiatan ini juga berguna untuk mendukung perkembangan anak dan melatihnya untuk menyelesaikan masalah.

Lalu, apa saja tips yang perlu dilakukan oleh para orang tua?

1. Menanamkan pentingnya merapikan mainan

Jika anak tidak mengerti pentingnya merapikan mainan, ia tidak akan termotivasi untuk melakukannya. Coba tanamkan dahulu pentingnya kegiatan ini. Sebagai contoh, katakan pada anak bahwa orang lain bisa terpeleset jika mainannya dibiarkan berantakan. Atau, katakan bahwa mainan yang tidak dirapikan bisa hilang dan tidak asyik dimainkan lagi.

2. Merapikan mainan pada sore hari

Anak-anak, terutama yang masih balita, akan cepat merasa bosan bila harus merapikan mainannya setiap kali selesai bermain. Oleh sebab itu, cobalah mengajak anak Anda membereskan mainannya pada sore hari ketika ia betul-betul tidak ingin bermain lagi. Jadikan ini sebagai rutinitas harian sehingga anak Anda terbiasa merapikan mainannya.

3. Menjadi orangtua yang fleksibel

Jika anak membuat sesuatu yang rumit dan belum selesai hingga waktu beres-beres, katakan padanya untuk menyelesaikannya besok. Sebisa mungkin, jangan biarkan anak mengatur waktu main sendiri, tapi tetap hargai keinginannya untuk menyimpan mainan yang belum selesai tersebut. Sediakan tempat untuk menyimpan mainan yang akan diselesaikan besok, lalu ajaklah anak merapikan mainan bersama.

4. Menjadikan beres-beres mainan terasa menyenangkan

Bunda bisa membuat kegiatan ini menjadi sebuah permainan. Atur alarm ponsel Anda selama 15 menit, lalu ajak ia untuk adu cepat merapikan mainan hingga alarm berbunyi. Anak tentu akan membereskan mainannya dengan penuh semangat.

5. Merapikan mainan satu per satu

Bunda perlu menguraikan pekerjaan besar anak menjadi tugas yang lebih kecil, contohnya dengan merapikan mainan satu demi satu. Sebagai awalan, berikan tugas yang mudah dahulu, misalnya menaruh balok ke dalam kotak.

6. Menyediakan tempat penyimpanan mainan

Sediakan tempat penyimpanan yang bervariasi seperti keranjang, rak pendek, atau kotak mainan. Kotak mainan terkadang bisa berbahaya, jadi pilihlah kotak tanpa sudut yang tajam. Pastikan kotak berukuran lebih kecil dari tubuh anak sehingga anak tidak masuk ke dalamnya.

7. Berikan pujian pada anak

Setelah anak merapikan mainannya, jangan lupa memberi pujian atas hasil kerjanya. Katakan pada si kecil bahwa kamarnya tampak rapi dan bagus. Ini akan membuatnya merasa senang dan menjadi motivasi untuk membersihkan mainannya lagi.

Sumber : hellosehat.com

3

Red: admin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini