Saatnya Jadi Pendengar yang Baik Bagi Anak

0
184

PARENTINGISLAM.ID – – Anak-anak merupakan pengamat yang baik, reseptif, dan peka. Dengan didengarkan, dapat membuat anak-anak merasa dirinya diakui dan memberi mereka kepercayaan diri, sehingga mereka merasa istimewa dan aman dalam keunikan mereka sendiri. Selain itu, hal ini dapat memberikan mereka kesempatan untuk emngungkapkan emosi mereka daripada memendamnya.

Namun, banyak orangtua yang belum memahami bagaimana cara menjadi sahabat bagi anak. Kebanyakan orangtua merasa mereka telah meluangkan waktu untuk mereka, tapi masih sulit memahami apa keinginan anak. Untuk itu, cobalah cara-cara berikut agar orangtua dapat menjadi pendengar yang baik bagi anak.

1. Menerima Emosi Anak

Anak-anak harus mengetahui bahwa perasaan mereka penting. Kata-kata seperti, “jangan menangis, anak laki-laki masa’ cengeng?”, tentu tidak tepat diucapkan kepada anak yang sedang mengungkapka emosinya.

Anak-anak punya perasaan mendalam seperti orang dewasa, hanya mereka belum punya perbendaharaan kata yang cukup untuk mengungkapkannya. Sangat melegakan jika orangtua dengan tenang menerima pengungkapan perasaan mereka. “Ibu/Ayah tahu kamu merasa sedih. Sesudah menangis jadi lega, ya?

2. Mengatur Waktu dan Tempat yang Nyaman

Berusahalah menyediakan ‘waktu mendengarkan’ bagi anak. Bagi orangtua dengan banyak anak, di samping kerja fulltime, tentu sulit meluangkan waktu untuk setiap anak secara terpisah setiap hari. Mungkin sesi mendengarkan itu bisa dilakukan saat berkumpul bersama mereka semua setiap malam. Atau quality time di akhir pekan. Atur juga tempat mendengarkan yang pas: kursi yang nyaman, di tempat tidur, di teras saat bersantai.

3. Hadir ‘Seutuhnya’

Mendengarkan anak-anak berarti memusatkan perhatian pada mereka sepenuhnya. Beri mereka perhatian penuh. Kita tidak perlu ‘memperbaiki’ cerita mereka, misalnya soal mimpi buruknya. Cukup menjadi pendengar yang baik. Tetap tulus dan mendukung, agar upaya kita mendengarkan menjadi efektif.

4. Mendengarkan dengan Hormat

Cobalah untuk sesaat memberinya perhatian seperti yang akan kita berikan kepada orang-orang tersebut. Dengarkan dengan hormat, dan dia akan merasa nyaman mengungkapkan pikiran-pikirannya. Baik maupun buruk. Dengan mendengarkan ini akan timbul percakapan. Melalui percakapan akan timbul pertanyaan. Melalui pertanyaan akan timbul pemahaman, keyakinan dan kepercayaan jiwa.

5. Memperhatikan Pesan-Pesan Non-Verbal

Mendengarkan berarti juga memperhatikan perilaku di samping kata-kata. Cobalah perhatikan suara dan pesan tak terucap yang disampaikan anak kepada kita. Barangkali anak tidak punya kata-kata untuk menggambarkan perasaannya.

Anak-anak, seperti orang dewasa. Menyalurkan kecemasan yang tidak terucapkan melalui tubuhnya. Perhatikan petunjuk-petunjuk penting ini. Apakah anak mengeluh sakit perut setiap pagi sebelum berangkat sekolah? Apakah dia menggigiti kukunya lagi? Pesan apa yang ia coba sampaikan? Jangan lupa memperhatikan pertanyaan-pertanyaan ‘tak berarti’ yang diucapkan anak.

Sumber : islami.co

5

Red: admin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini