Mengenal Kematian Lebih Dekat : Keutamaan Mengingat Kematian

0
341

PARENTINGISLAM.ID – – Kemarin, Selasa pagi (18/2), kita dikagetkan dengan berita duka yang mendadak. Ashraf Sinclair, suami dari aktris dan penyanyi kondang Bunga Citra Lestari meninggal dunia pada usia 40 tahun karena serangan jantung, pada pagi hari sekitar pukul 5.

Jelas bahwa kematian tidak bisa diprediksi dan direncanakan. Entah itu belia, muda, maupun tua tidak akan ada yang tahu, mereka pun bisa merasakan kematian secara tiba-tiba. Entah besok, entah lusa, entah kapan. Namun kematian itu sudah cukup sebagai pengingat, penyadar dari kelalaian kita.  Bahwa kita pun pada akhirnya akan kembali pada Allah.

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah)

Berikut keutamaan-keutamaan bagi umat Islam dalam mengingat kematian.

1. Membantu Ke-khusyu’-an dalam Shalat

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami)

2. Mempersiapkan Diri untuk Berjumpa dengan Allah

3. Memperbaiki Hidup

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi)

4. Membuat Kita Tidak Berlaku Dzalim

Allah berfirman,

أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ

Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al Muthoffifin: 4)

Sumber : rumaysho.com

3

Red: admin