Menikahi Wanita yang Sedang Hamil? Ini Hukumnya dalam Islam

0
444

PARENTINGISLAM.ID – – Menikah seorang perempuan maupun janda sah-sah saja. Namun, jika ternyata perempuan yang hendak dinikahi merupakan perempuan yang sedang mengandung, nah ini yang perlu diperhatikan.

Jika wanita yang sedang hamil tersebut ditinggal mati oleh suaminya, maka pernikahan harus ditunda hingga ia melahirkan. Begitu juga jika perempuan yang tengah hamil tersebut telah dicerai oleh suaminya, maka baru dapat dinikahi setelah ia melahirkan.

Allah berfirman,

وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

Dan wanita-wanita yang hamil, iddah mereka itu adalah setelah melahirkan kadungannya.” (At Thalaq: 4)

Namun, jika perempuan yang tengah hamil tersebut belum memiliki suami, atau bisa dikatakan hamil diluar nikah (hamil karena zina), maka hukumnya sah jika ingin menikahinya saat itu juga, serta boleh me-wathi-nya (berhubungan seks) tanpa menunggu permpuan tersebut melahirkan.

Sebagaimana keterangan dari Hasyiatul Bajuri :

لونكح حاملا من زنا صح نكاحه قطعا وجاز وطؤها قبل وضعه على االأصح

Jika seorang lelaki menikahi perempuan yang sedang hamil karena zina, pastilah sah nikahnya. Boleh me-wathi-nya sebelum melahirkannya, menurut pendapat yang paling shahih.”

Adapun mengenai nasab keberadaan si bayi tergantung pada lamanya jarak antara perkawinan dan kelahiran. Jikalau jarak antara pernikahan dan perkawinan lebih dari enam bulan walaupun dua detik, maka bayi itu bernasab pada bapaknya (lelaki yang mengawini ibunya dalam keadaan hamil). Akan tetapi jika jarak antara perkawinan dan kelahiran itu kurang dari enam bulan, maka nasab bayi itu kepada ibunya.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa perkara terpenting sehubungan dengan mengawini perempuan hamil adalah memastikan terlebih dahulu, bahwa perempuan itu sedang tidak memiliki suami yang sah baik karena ditinggal mati, dicerai atau karena hamil zina.

Namun, jika perempuan yang hamil itu masih memiliki suami yang sah, sudah tentu tidak akan sah akad nikahnya, selain itu juga bisa menyebabkan pertikaian dengan suaminya, karena itu sama halnya dengan menikahi istri orang.

Sumber : islami.com

3

Red: admin