Jangan Malas, Yuk! Ini Dia Pahala Memberi Nafkah Keluarga

0
360

PARENTINGISLAM.ID – – Pernikahan merupakan proses mengikat dua insan yang berbeda dalam satu ikatan suci yang sah melalui sebuah akad yang disaksikan oleh keluarga, kerabat, dan lain-lain. Selain untuk memiliki keturunan, menikah juga merupakan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah bersabda,

عن عائشة قالت:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” النكاح سنتي فمن لم يعمل بسنتي فليس مني وتزوجوا فإني مكاثر بكم الأمم ومن كان ذا طول فلينكح ومن لم يجد فعليه بالصيام فإن الصيام له وجاء

Dari Aisyah RA berkata: bahwa Rasulullah SAW bersabda “Menikah merupakan sunnahku, barang siapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka dia bukan termasuk dari golonganku. Hendaklah kalian menikah, karena aku berbangga dengan jumlah kalian yang banyak dibanding umat – umat yang lainnya, siapa yang mempunyai kelebihan harta hendaklah ia menikah, dan barang siapa yang belum memilikinya, hendaklah ia berpuasa, karena puasa merupakan sebuah tameng” (HR. Ibnu Majah).

Ada yang bilang bahwa kehidupan setelah menikah itu sangat bahagia. Tapi kenyataannya justru tidak semulus itu. Banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi karena tanggung jawabnya pun semakin bertambah. Sang suami mencari nafkah untuk keluarga, dan sang istri mengurusi rumah, anak, dan sebagainya.

Tidak mudah memang, apalagi seorang suami yang harus banting tulang dalam menghidupi keluarga. Lantas, apakah sang suami mendapat pahala dari usaha mencari nafkahnya tersebut?

Dalam hal ini, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam sabdanya,

عن ثوبان أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ”  أفضل الدينار دينار ينفقه الرجل لعياله, ودينار ينفقه الرجل دابّته في سبيل الله, ودينار على أصحابه في سبيل الله

Dari Tsauban bahwasannya nabi SAW bersabda “Sebaiknya – baiknya dinar adalah dinar yang digunakan oleh seorang lelaki untuk menafkahi keluarganya, kemudian dinar yang digunakan oleh seorang lelaki untuk memberi pakan  hewan tunggangannya (yang dipakai untuk berperang) di jalan Allah, kemudian dinar yang digunakan untuk diinfakan  kepada teman – temannya (yang sedang berjihad) di jalan Allah”. (HR. Tirmidzi)”

Selain itu, Rasulullah pun bersabda,

عن أبي مسعود الأنصاري عن النبي صلى الله عليه وسلم قال نفقة الرجل على أهله صدقة

Dari Abu Mas’ud al Anshari dari Nabi SAW bersabda: “Nafkah seorang lelaki kepada keluarganya adalah sedekah

Nah, dari kedua hadits di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa harta yang digunakan suami untuk menafkahi keluarganya sudah masuk dalam hitungan sedekah, adapun yang dimaksud sedekah dalam hadist ini adalah pahala.

Oleh karena itu, bagi suami maupun para calon suami jangan beranggapan bahwa harta yang diberikan kepada keluarga itu hal yang percuma, karena mencari nafkah untuk keluarga merupakan jihad tersendiri untuk suami. Dan siapa pun yang berjuang di jalan Allah pasti akan mendapatkan pahala darinya.

Jadi, semua hal yang kita lakukan (selama itu baik) pasti tidak aka nada yang sia-sia. Karena semua hal baik, termasuk dalam hal menafkahi keluarga, dapat menjadi jalan menuju surga.

Sumber : islami.co

3

Red: admin

Follow juga akun sosial media kami

Instagram : @parenting_islam.id

Fanspages : Parenting Islam ID

Youtube : Parenting Islami

733