Mengenal Fase Posesif Pada Anak dan Cara Mengatasinya

0
125

PARENTINGISLAM.ID – – Bunda, pernah nggak sih ada momen dimana anak posesif terhadap mainannya atau benda-benda yang ada di sekitarnya? Kita pasti sering mendengar anak berkata, “Pokoknya ini punyaku!

Jika ada yang menyentuh mainannya, mereka akan marah. Atau jika makanannya diminta oleh orang lain, maka ia akan menangis. Atau bahkan bisa juga ketika Ayah dan Bunda hendak bekerja, maka anak akan menadi histeris. Walaupun menjengkelkan , perilaku posesif ini merupakan tahapan normal dalam perkembangan usia mereka.

Sebenarnya, kenapa ya anak bisa jadi posesif?

Fase posesif ini biasanya dimulai sejak anak berusia 18 bulan hingga 4 tahun. Pada fase ini, anak akan belajar untuk memahami konsep kepemilikan, ikatan, dan identitas dirinya.

Sebuah studi menyebutkan bahwa perilaku posesif yang dikenal dengan istilah “endownment effect” tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa, tetapi juga balita. Endownment effect adalah istilah yang menunjukkan bahwa seseorang cenderung menganggap barang-barang yang dimilikinya lebih berharga hanya karena barang tersebut miliknya.

Seorang psikolog perkembangan anak di University of Michigan juga menjelaskan bahwa pemikiran anak masih sangat sederhana. Pada usia 2 – 4 tahun balita menyadari bahwa ia bisa mengklaim suatu barang atau seseorang sebagai miliknya hanya lewat kata-kata, seperti “Ini milikku!” Jadi, jangan heran kalau si kecil sudah mulai mengkalim barang-barang yang ia sukai sebagai miliknya ya, Bunda.

Cara Mengatasi Anak Posesif

Untuk mengatasi anak posesif memang sangat sulit dan penuh tantangan. Perlu diketahui, bahwa mengajarkan konsep berbagi kepada anak butuh kesabaran ekstra dan membutuhkan oroses dari waktu ke waktu. Berikut merupakan cara-cara yang dapat dilakukan untuk membantu cara mengatasi anak posesif :

1. Ajarkan Anak Berbagi dengan Orang Tuanya

Cobalah untuk mengajarkan anak konsep berbagi dimulai dengan kita sebagai orang tuanya sendiri. Hal ini akan lebih mudah karena mereka tahu kita tidak akan merebutnya dan mereka juga bisa meminta mainan mereka kembali.

2. Sering-Sering Pergi ke Taman Bermain

Cobalah ajak si kecil untuk main di luar. Taman bermain merupakan tempat terbaik untuk anak belajar bersosialisasi, berbagi mainan, dan main secara bergantian bersama dengan teman-temannya. Jika anak ingin membawa mainannya sendiri, mintalah agar ia memabawakan satu mainan tambahan untuk dipinjamkan kepada orang lain.

3. Ajarkan Anak untuk Meminjamkan Barangnya kepada Orang Lain

Ajarkan juga untuk meminjamkan barangnya kepada orang lain, seperti buku cerita lego, pensil warna, dan lain-lain. Karena berbagi dengan hal-hal yang jumlahnya banyak tentu akan lebih mudah.

4. Bersabar dalam Mengajarkan Anak

Kita sebagai orang tua harus bersabar dalam mengajarkan anak soal konsep berbagi agar ia tidak posesif. Seiring berjalannya waktu, anak akan melewati fase posesif.

5. Menjadi Teladan

Selain itu, langkah yang tidak kalah penting adalah kita sebagai orang tua harus menjadi teladan bagi anak. Hindarilah berebut hal-hal yang sepele atau tidak perlu di depan anak.

Sumber : hellosehat.com

3

Red: admin

Follow juga akun sosial media kami

Instagram : @parenting_islam.id

Fanspages : Parenting Islam ID

Youtube : Parenting Islami

866

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini