Kenali 4 Jenis Pola Asuh & Dampaknya Pada Anak

0
344

PARENTINGISLAM.ID – – Ayah, Bunda, sebagai orangtua pasti memiliki pola asuh dan cara mendidik anak masing-masing. Tetapi terkadang, sebagian orangtua menerapkan pola asuh yang sama ketika ia masih kecil dan diasuh oleh kedua orangtuanya dahulu. Padahal, zaman sudah berubah dan pola asuh yang dilakukan secara turun menurun tersebut bisa saja tidak tepat.

Banyak orangtua yang mengeluhkan bahwa anaknya pendiam, pemarah, ataupun susah diatur. Dan ada 2 hal yan sering ditanyakan, yaitu mengapa anaknya berperilaku seperti itu? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Bunda, tidak akan ada asap jika tidak ada api. Begitu pula perilaku anak tidak akan muncul dengan sendirinya. Bisa saja perilaku anak bermasalah dikarenakan dari pola asuh orangtua yang bermasalah. Jadi, penting bagi setiap orangtua untuk mengetahui pola asuh yang baik bagi anak.

Untuk itu, perhatikan 4 jenis pola asuh dan dampaknya terhadap perkembangan anak berikut ini.

1. Authoritarian (Otoriter)

Gaya pola asuh ini mengedepankan pada kepatuhan, disiplin yang keras, dan mengendalikan anak-anak melalui hukuman. Perintah dari orangtua harus dipatuhi tanpa pertanyaan.

Gaya pola asuh otoriter ini dapat menyebabkan permasalahan perilaku pada anak, seperti ia akan merasa rendah diri, tertutup, kurang percaya diri, daya kreativitasnya rendah, dan cenderung memilih untuk sendiri.

2. Permissive (Serba Boleh)

Orangtua dengan gaya pola asuh permisif memiliki sikap dan perilaku yang postif, yaitu hangat dan responsif terhadap anak. Tetapi orangtua dengan gaya pola asuh ini enggan untuk membuat aturan pada anaknya, membiarkannya, dan bahkan cenderung untuk memanjakan mereka.

Dampak yang terjadi pada anak adalah mereka akan tumbuh dengan memiliki sifat yang agresif, memberontak, serta kurang memiliki kepercayaan diri dan pengendalian diri.

3. Uninvolved (Cuek)

Orangtua dengan gaya pola asuh uninvolved akan bersikap cuek/masa bodoh kepada anak serta tidak memiliki perhatian terhadap proses perkembangan anak. Menurutnya, kewajiban orangtua hanyalah sebatas memberi makan dan memberi mereka tempat tinggal.

Dengan pola asuh seperti ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang dapat mengatasi stress, akan marah jika tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan cenderung agresif.

4. Authoritative (Bijaksana)

Cara yang lebih bijaksana, di mana orangtua berharap anak-anak untuk memenuhi standar perilaku tertentu, tetapi juga mendukung anak-anak mereka untuk berekspresi sesuai minat dan bakatnya. Orangtua yang bijaksana mendorong anaknya untuk berpikir secara mandiri, memikirkan konsekuensi setiap perbuatan, dan menanamkan tanggung jawab.

Dengan pola asuh seperti ini, dapat meningkatkan kepercayaan diri pada anak, menumbuhkan sikap ramah dan sopan santun, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mempunyai tujuan hidup yang jelas.

Jadi, sebaiknya pilihlah pola asuh yang tepat bagi anak agar mereka pun dapat tumbuh dan berkembang dengan sikap-sikap yang baik bagi lingkungannya.

Sumber : kompasiana.com

3

Red: admin

Follow juga akun sosial media kami

Instagram : @parenting_islam.id

Fanspages :Parenting Islam ID

Youtube : Parenting Islami

855