Mengenal Apa Itu Ta’aruf dan Proses Ta’aruf

0
342

PARENTINGISLAM.ID – – Apakah yang dimaksud dengan ta’aruf? Ta’aruf berasal dari kata ‘arafa yang artinya mengetahui/mengenal, maka ta’aruf bermakna saling mengenal.

Tapi ada satu hal yang perlu digaris bawahi, bahwa ta’aruf bukanlah bermakna “pacaran dalam Islam”. Karena beberapa orang berlindung dibalik kata ta’aruf ini untuk melegalkan praktik berdua-duaan dalam pacaran.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang peremppuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Ta’aruf berbeda dengan berpacaran, karena ta’aruf mengantarkan dua orang untuk menjalani hubungan yang serius. Tidak seperti pacaran yang hanya mencari kenikmatan duniawi dan membawa mudharat karena mendekati zina. Dalam ta’aruf pun biasanya ada yang menemai pasangan saat pertemuan pertama dilangsungkan.

Secara umum, berikut ini merupakan proses-proses dalam ta’aruf.

1. Membuat Proposal

Dalam proposal ini berisi cerita tentang pribadi masing-masing, prinsip hidup yang sedang dijalankan, kriteria yang dibutuhkan dari pasangan, serta hal-hal lainnya. Nantinya, proposal ini akan ditukarkan dengan orang yang ingin berta’aruf juga.

2. Mencari Calon Pasangan

Untuk mecari calon pasangan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti melalui saudara, teman, ataupun keluarga. Yang nantinya, mereka juga akan berperan sebagai mediator saat kedua pihak bertemu.

Ketika kedua belah pihak bertemu, umumnya mereka bertanya berbagai macam hal untuk mengetahui pribadi masing-masing pihak, seperti apakah bisa memasak? Pekerjaan saat ini apa? Atau tinggal dimana?

Hal tersebut diperlukan agar kedua belah pihak bisa memutuskan apakah hendak meneruskan proses ta’aruf tersebut atau tidak.

3. Shalat Istikharah

Setelah proses pertemua, keduanya dianjurkan untuk shalat istikharah agar tidak ada keraguan diantaranya. Berdoalah dan meminta petunjuk kepada Allah. Jika setelah shalat istikkharah dan keduanya mantap tidak ada kerugan, maka ta’aruf bisa dilanjutkan.

4. Khitbah atau Peminangan

Sebelum melangsungkan ke jenjang pernikahan, umumnya pihak laki-laki akan meminang pihak perempuan terlebih dahulu. Acara khitbah ini juga dapat mendekatkan keluarga dari kedua belah pihak sekaligus bersilaturahmi dengan saudara-saudara terdekat.

5. Akad atau Pernikahan

Setelah semua proses tersebut dijalankan dengan baik, maka keduanya dapat melanjutkan ke jenjang pernikahan. Pada umumnya, untuk sampai ke jejang pernikahan ini dibutuhkan waktu 3 – 4 bulan saja.

Ta’aruf sangat dianjurkan dalam Islam, karena disamping prosesnya yang mudah,hal ini juga dapat menjauhi kita dari zina (berpacaran).

Sumber : rappler.com

3

Red: admin

Follow juga akun sosial media kami

Instagram : @parenting_islam.id

Fanspages :Parenting Islam ID

Youtube : Parenting Islami

875