Haruskah Kita Mengeluh ketika Anak Susah Makan? Coba Cermati 3 Langkah Ini!

0
306

Sahabat Abi Ummi, kita pasti sering merasa khawatir dan cemas, ya, ketika anak susah makan karena makanan merupakan kebutuhan utama yang penting untuk masa pertumbuhan dan pemenuhan energi si anak. Selain itu, makanan juga berfungsi sebagai media edukasi dan entertainment. Nah, saat sang anak susah makan, kita seringkali kesal dan marah-marah tanpa mencari tahu penyebabnya, bahkan hingga kita merasa putus asa. Kita pun kadang-kadang lebih percaya kepada mitos dibandingkan peduli kepada keinginan anak. Lantas, apa yang harus kita lakukan agar kita tidak terus mengeluh ketika sang anak susah makan, ya Sahabat Abi Ummi? Yuk, kita simak ulasannya di sini!

1. Ketika Si Anak Cemas, Mereka pun Menjadi Susah Makan

Kita pasti merasa tidak nafsu makan ketika sedang merasakan tekanan emosi, kan? Meski ada beberapa orang yang mengalami stress eating, ada juga beberapa orang dewasa yang tidak nafsu makan akibat stres. Hal ini pun dialami oleh si anak, loh, Sahabat Abi Ummi. Mereka biasanya menjadi sulit makan saat berhadapan dengan stres, seperti cemas, rasa takut berada di lingkungan baru, rasa sedih, serta rasa takut saat melihat orang tuanya bertengkar. Selain itu, di usia sekolah, anak-anak pun sering pula merasa depresi. Depresi yang mereka rasakan biasanya terjadi karena bullying di sekolah, seperti diejek dan mendapat kekerasan. Depresi yang mereka alami ini bisa membuat mereka mengalami dua masalah makan: makan berlebihan sehingga mengalami obesitas dan malas makan sehingga mereka menjadi kurus.

Nah, jika sudah mengetahui penyebab anak susah makan, kita tidak perlu mengeluh lagi. Intinya, kita tidak harus memperhatikan kondisi psikologis sang anak. Berilah waktu pada si anak untuk memahami diri dan lingkungannya serta ajak si anak untuk berbicara dari hati ke hati.

2. Introspeksi Diri dan Pola Asuh Penting Dilakukan untuk Menjaga Kualitas Makanan

Saat anak susah makan, kita seringkali bertengkar dengan suami atau istri dan saling menyalahkan. Apakah hal itu dapat menyelesaikan masalah? Tentu tidak. Solusinya, kita haruslah melakukan introspeksi diri dan mengubah cara pandang serta pola asuh sebagai orang tua. Hal ini sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak.

Jika anak dibesarkan dengan otoriter dan overprotektif, hal itu akan membuat anak merasa cemas, marah, dan tak nyaman sehingga makanan yang dikonsumsinya terasa biasa saja. Selain itu, hal yang biasa kita lakukan adalah selalu memberi iming-iming hadiah jika makanan dihabiskan atau berusaha mengajak si anak menghabiskan makanannya dengan mengancam atau membujuk. Sahabat Abi Ummi, kedua hal tersebut tidak baik dilakukan, loh. Hal itu dapat membuat anak merasa bahwa waktu makan adalah waktu yang tidak menyenangkan. Kita tentu tidak mau hal itu terjadi, kan?

3. Jadilah Contoh yang Baik karena Anak Adalah Peniru yang Cerdik
anak susah makan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa makanan merupakan media edukasi bagi anak. Anak akan belajar mengenai pola hidup yang dimulai dari meja makan. Variasi makanan yang disediakan lebih sering menyajikan makanan cepat saji atau tidak dan pola makan yang dicontohkan teratur atau tidak. Selain itu, kehadiran seluruh keluarga ketika makan bersama juga akan menjadi salah satu yang diadopsi anak sebagai pola pikir dan cara pandangnya kelak.

Anak yang makan tanpa variasi makanan akan kesulitan untuk belajar mengenai rasa dan jenis makanan yang beragam sehingga mereka akan menjadi pilih-pilih makanan. Akibatnya, si anak susah makan. Anak yang mencontoh pola makan tidak teratur dari orang tuanya akan mengalami gangguan perncernaan, bahkan gangguan pada pertumbuhannya. Sementara itu, acara makan bersama penting agar hubungan antara orang tua dan anak lebih dekat. Saat makan bersama, kita dapat berperan menjadi teman bagi anak.

Sahabat Abi Ummi, itulah beberapa langkah yang dapat kita cermati agar kita tidak selalu mengeluh saat sang anak susah makan. Jika kita sudah mencoba ketiga hal itu dan anak masih susah makan, kita bisa berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi agar mendapatkan solusi yang tepat. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya, Sahabat Abi Ummi!

Sumber: abiummi.com

3
Red: admin
Editor: admin
Ilustrasi foto: shutterstock
890

Follow Juga Akun Sosial Media Kami 

Instagram : @parenting_islam.id 
Fanspages :Parenting Islam ID 
Youtube : Parenting Islami